Facing Challenges: Pakar: data-driven decision jadi kunci efisiensi rantai pasok industri
Pakar: Data-driven Decision Menjadi Kunci Efisiensi Rantai Pasok Industri
Transformasi digital dalam pengelolaan rantai pasok (supply chain management/SCM) kini dianggap semakin vital, terutama karena peran data yang semakin signifikan dalam mengambil keputusan bisnis. Dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh banyak perusahaan dalam mengubah data menjadi hasil nyata dan berdampak, Kalbe memperkenalkan Kalbe Analytic Expo (KAE) 2026 sebagai wadah kolaborasi antara pemimpin sektor, praktisi, serta mitra teknologi. Ajang ini bertujuan memfasilitasi pertukaran pengetahuan guna meningkatkan efisiensi operasional dari hulu hingga hilir.
Menurut Manajer Umum Telkomsel, Fadli Hamsani, penggunaan data secara menyeluruh bisa mengatasi masalah fragmentasi informasi yang selama ini menghambat produktivitas. “Tren teknologi seperti Generative AI, data prediktif, dan 5G harus dimanfaatkan sebagai alat untuk memperbarui bisnis. Fokusnya adalah bagaimana data dapat diintegrasikan secara efektif agar memberi manfaat nyata,” terang Fadli di Jakarta, Selasa.
Direktur Operasional SIRCLO, Dr. Danang Cahyono, menegaskan bahwa kemampuan manajemen data sangat berpengaruh pada akurasi dan kecepatan proses operasional. “Dengan penggunaan data, operasional menjadi lebih cepat dan kesalahan berkurang. Hal ini penting untuk memenuhi permintaan konsumen yang tinggi, terutama saat puncak promosi,” jelas Danang. Contoh nyata perubahan positif terjadi di beberapa perusahaan, di mana biaya logistik turun hingga 12 persen dan tingkat persediaan menurun sebesar 25 persen.
Banyak ahli menyatakan keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam mengolah data menjadi keputusan strategis. “Ini bukan sekadar peralatan, tapi juga pembangunan kompetensi talenta lokal agar mampu memanfaatkan data secara optimal,” kata Fadli. Keberlanjutan perusahaan, menurutnya, tergantung pada kemampuan SDM mengimplementasikan solusi berbasis data dalam operasional sehari-hari.
“Kita harus jeli melihat tren teknologi masa depan seperti Generative AI, data prediktif, hingga 5G sebagai instrumen untuk meremajakan bisnis. Intinya adalah bagaimana kita memecahkan masalah data yang masih silo agar benar-benar memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” ujar Manajer Umum Telkomsel Fadli Hamsani di Jakarta, Selasa.
“Dengan kapabilitas data, operasional menjadi lebih cepat dan tingkat kesalahan (error) lebih sedikit. Hal ini krusial untuk memenuhi ekspektasi konsumen yang menginginkan pengiriman cepat dan akurat, terutama saat menghadapi lonjakan permintaan pada periode promosi besar,” ujar Direktur Operasional SIRCLO Dr. Danang Cahyono.