Kementan gulirkan Gerakan Pengendalian Penggerek Batang di Karawang
Kementan Luncurkan Gerakan Pengendalian Hama Penggerek Batang di Karawang
Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan program pengendalian hama penggerek batang sebagai langkah strategis untuk mengurangi ancaman serangan organisme pengganggu tanaman di sawah Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Inisiatif ini dilakukan dalam upaya memastikan hasil panen padi tetap optimal dan menghindari kerugian akibat hama yang menginfeksi tanaman sejak tahap persemaian hingga akhir masa panen.
Pendekatan Sistematis untuk Mengendalikan Serangan Hama
Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan, Rachmat, menekankan bahwa pengendalian hama merupakan faktor kritis dalam mencapai ketahanan pangan. Ia mengingatkan bahwa setiap insiden serangan organisme pengganggu harus segera diperhatikan dan diatasi secara terpadu. “Dengan melakukan upaya awal dari tahap persemaian, kita bisa memastikan tanaman tumbuh sehat hingga masa panen. Maka, mari bersama-sama menjaga tanaman dari hama dan penyakit,” ujarnya.
“Gerakan ini diharapkan menjadi pemantik bagi para petani untuk terus melakukan pengendalian secara mandiri, didukung oleh penyuluh pertanian lapangan dan pengendali organisme pengganggu tumbuhan secara berkelanjutan,” tambah Rachmat.
Program ini tidak hanya fokus pada desa-desa di sekitar Sukamakmur, Rawamerta, Karawang, tetapi juga diperluas ke 10 provinsi utama penghasil padi nasional, 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, serta 30 kecamatan di Karawang. Dengan pendekatan lokal dan nasional, Kementan bertujuan memutus siklus hidup hama sejak dini.
Hama Penggerek Batang: Ancaman Serius bagi Produktivitas Padi
Penggerek batang padi, yang berupa ulat, bisa merusak jaringan dalam batang tanaman. Hal ini menyebabkan gejala sundep (pucuk kering pada fase vegetatif) dan beluk (malai hampa pada fase generatif). Serangan hama dapat terjadi kapan saja, mulai dari masa persemaian hingga panen, dan berpotensi menurunkan produksi hingga gagal panen.
“Gerakan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan respons cepat dan upaya konkret untuk memutus siklus hidup hama. Kami mohon para petani menanam padi secara serentak agar efektivitas pengendalian lebih terjamin,” jelas Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Karawang, Rohman.