Legislator: Pemerintah ambil langkah antisipatif jaga ketahanan energi

Legislator: Pemerintah Ambil Langkah Proaktif untuk Menjaga Ketahanan Energi

Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji menilai pemerintah telah menunjukkan respons cepat dalam menghadapi ancaman krisis energi global yang semakin mengkhawatirkan. Ia mengatakan, situasi geopolitik saat ini memperbesar tekanan terhadap sektor energi, khususnya akibat konflik di Timur Tengah yang berdampak signifikan pada pasar internasional.

“Kita menghadapi tantangan global yang tidak mudah. Konflik geopolitik di Timur Tengah telah menimbulkan ketidakstabilan besar pada pasar energi dunia,” ujar Sarmuji dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Sarmuji mengapresiasi upaya pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dalam mengambil tindakan untuk menjaga stabilitas energi nasional. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut penting untuk mencegah gangguan yang lebih luas pada perekonomian.

Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak global kembali naik hingga mencapai 100 dolar AS per barel, bahkan tercatat di sekitar 102–106 dolar AS per barel. Gangguan distribusi energi di Selat Hormuz—yang menjadi jalur utama 20 persen pasokan minyak dunia—juga memperparah ketidakstabilan tersebut. Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dianggap memperburuk kondisi pasar global.

Dalam skenario terburuk, Sarmuji memperkirakan harga minyak berpotensi mencapai 150 dolar AS per barel jika konflik terus berlanjut. Hal ini membuat persaingan sumber energi menjadi lebih ketat, sehingga upaya mencari alternatif semakin sulit. “Karena itu, tindakan cepat pemerintah sangat vital. Menteri ESDM harus aktif melakukan lobi dengan negara-negara mitra untuk menjamin ketersediaan stok energi,” tambahnya.

Legislator bidang perdagangan dan perindustrian ini menekankan bahwa langkah-langkah pemerintah, seperti mempertahankan stok, memperkuat rantai pasok, serta meningkatkan diplomasi energi, sudah tepat dilakukan. Namun, ia menambahkan bahwa upaya tersebut juga perlu diiringi percepatan diversifikasi sumber energi untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan global.

Menurut Sarmuji, diversifikasi energi menjadi kunci untuk menjaga ketahanan nasional. “Kita harus membangun fondasi energi yang kuat agar tidak terlalu rentan terhadap fluktuasi internasional. Apa yang dilakukan pemerintah saat ini adalah bagian penting dari strategi tersebut,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *