Main Agenda: Enlit Asia-Electricity Connect jadi platform percepat transisi energi
Enlit Asia-Electricity Connect 2026: Platform Percepat Transisi Energi
Jakarta – Acara Enlit Asia-Electricity Connect 2026 dirancang sebagai wadah untuk mempercepat transformasi energi di Indonesia serta kawasan ASEAN. Event ini akan mengumpulkan berbagai pihak, seperti pembuat kebijakan, industri listrik, teknologi, dan mitra strategis, dalam satu ruang diskusi yang dinamis. “Indonesia sedang giat mendorong transisi energi dengan menawarkan peluang investasi hijau yang sangat menjanjikan,” jelas Wanhar Abdurrahim, Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, saat peluncuran acara di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat lalu.
Prioritas Pembangunan Energi Bersih
Dalam upayanya mendukung dekarbonisasi nasional, Pemerintah Indonesia memacu pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target 100 gigawatt. Tindakan ini bertujuan mengurangi emisi karbon sekaligus menyesuaikan dengan pertumbuhan kebutuhan listrik sektor digital, khususnya data center, yang diperkirakan meningkat 20 persen per tahun di ASEAN. “Kami bertekad menyelesaikan target PLTS 100 GW sebagai bagian dari komposisi energi nasional,” tambah Wanhar.
Kolaborasi untuk Investasi dan Inovasi
Kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi vital, terutama mengingat investasi di bidang listrik Indonesia membutuhkan dana hingga lebih dari 500 miliar dolar AS untuk mencapai Net Zero Emission (NZE). “Kami berkomitmen menciptakan lingkungan investasi yang mendukung melalui kebijakan konsisten, sehingga menciptakan pasokan energi bersih yang kompetitif untuk industri masa depan,” ujarnya. Wanhar juga menyoroti pentingnya kebijakan inovatif dalam menjawab kebutuhan listrik yang berkembang pesat di sektor data center.
Enlit Asia dan Electricity Connect: Dua Event Strategis
Enlit Asia, acara tahunan utama industri listrik ASEAN, telah menarik lebih dari 11 ribu peserta dan 280 pameran dari berbagai negara. Event ini menjadi forum bagi pengambil kebijakan, utilitas, teknologi, dan inovator untuk berdiskusi tentang perkembangan terkini serta membentuk arah kebijakan energi masa depan. Sementara itu, Electricity Connect, yang sebelumnya dikenal sebagai Hari Listrik Nasional, hadir sebagai bentuk penguat infrastruktur listrik Indonesia sebagai pilar pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab lingkungan.
Partisipasi dan Dukungan Tahun Ini
Kegiatan Enlit Asia-Electricity Connect 2026 akan berlangsung pada 22–24 September 2026. Penyelenggaraan tahun ini didukung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN (Persero). Sebelumnya, event ini berhasil menarik 15 ribu peserta dan 179 pameran pada 2024 dan 2025, menegaskan perannya sebagai pusat hubungan antara sektor listrik nasional dan internasional.
“Fokus utama kami adalah mencapai target pengembangan PLTS sebesar 100 GW sebagai pilar utama bauran energi nasional,” kata Wanhar.