Special Plan: Menteri Bahlil jamin harga LPG 3 kg tidak naik dan stok aman

Bahlil Pastikan Harga LPG 3 Kg Tetap Stabil dan Stok Memadai

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa harga LPG 3 kg atau LPG bersubsidi tetap tidak mengalami kenaikan, sementara stok bahan bakar tersebut dijaga agar mencukupi kebutuhan nasional. Dalam pernyataannya, Bahlil menyebutkan bahwa stok LPG bersubsidi berada di atas standar minimum nasional, dan harganya tetap stabil tanpa kenaikan.

“Khusus untuk LPG yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional dan harganya tidak ada kenaikan, flat,” ujar Bahlil setelah konferensi pers Penemuan Gas Raksasa di Kalimantan Timur yang diadakan di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin.

Menurut Bahlil, seperti Pertalite dan Biosolar, pemerintah juga memastikan harga LPG 3 kg tetap terkontrol. Sejak program ini diperkenalkan pada tahun 2007, harga LPG 3 kg belum pernah dinaikkan. “Yang ada, (harga) itu dimainkan di distributor dan pangkalan. Itu yang mau saya tata untuk betul-betul subsidi itu yang menerima adalah yang berhak,” tambahnya.

Dalam Februari 2025, Bahlil mencoba mengatur distribusi LPG 3 kg agar lebih tepat sasaran dengan menghapus pengecer. Namun, langkah ini justru menyebabkan antrean yang panjang. Sebagai solusi, ia mengajak pengecer untuk mendaftar sebagai subpangkalan, sehingga harga LPG 3 kg tidak melonjak di tingkat pengecer serta masyarakat yang membeli tetap sesuai haknya.

Untuk LPG nonsubsidi seperti 5,5 kg dan 12 kg, Bahlil menjelaskan kenaikan harga dipengaruhi oleh fluktuasi harga di pasar internasional. Jika harga global turun, ia tidak menutup kemungkinan harga LPG nonsubsidi juga akan menurun. “Kan ada formulasinya. Dulunya itu kan pakai harga Saudi Aramco. Jadi, kalau harga dunia turun, dia pasti turun juga. Kalau harga dunia naik, naik,” kata Bahlil.

Saat ini, per 18 April 2026, PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi 12 kg dari Rp192 ribu per tabung menjadi Rp228 ribu per tabung, kenaikan sebesar 18,75 persen. Sementara itu, harga LPG nonsubsidi 5,5 kg juga meningkat 18,89 persen, dari Rp90 ribu per tabung menjadi Rp107 ribu per tabung di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Kenaikan ini merupakan pertama kalinya sejak 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *