Topics Covered: Legislator: Antisipasi lonjakan harga pangan dan dampak kekeringan
Legislator: Antisipasi lonjakan harga pangan dan dampak kekeringan
Jakarta – Eko Wahyudi, anggota Komisi IV DPR RI, memberikan peringatan kepada pemerintah agar mempersiapkan diri menghadapi kenaikan harga pangan serta dampak kekeringan, mengingat musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat koordinasi antar sektor dalam mengatasi permasalahan di daerah-daerah yang terkena dampak krisis air.
“Dengan pendukungan alat dan infrastruktur, seperti program optimalisasi pengairan irigasi, rehabilitasi sistem pengairan, pembuatan embung, penggunaan air dangkal dan sumur, serta penyesuaian pola tanam menggunakan varietas tahan kering, kita bisa mengurangi tekanan pada produksi pangan,” jelas Eko.
Legislator yang fokus pada bidang pertanian ini juga menyarankan pemerintah untuk memantau harga kebutuhan pokok secara intensif. Ia menyebutkan, dalam beberapa waktu terakhir, harga telur mengalami penurunan, sementara biaya pakan ternak terus meningkat. Untuk mengatasi hal ini, Eko menawarkan solusi berupa penyerapan hasil produksi telur oleh program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Upaya stabilisasi harga bisa dilakukan dengan menyerap produksi telur ke dalam program MBG. Ini membantu mengurangi kerugian peternak ayam petelur akibat harga pakan yang mahal dan penjualan yang rendah,” tambahnya.
Sementara itu, Eko mengapresiasi upaya pemerintah dalam menjaga kestabilan stok pangan nasional. Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta pada Selasa (7/4), mengatakan stok beras nasional mampu memenuhi kebutuhan rakyat hingga 11 bulan mendatang. “Ini capaian luar biasa dan bersejarah, terlebih di tengah kenaikan harga pangan global sebesar 2,4 persen akibat konflik di Timur Tengah yang semakin memanas,” tuturnya.