Main Agenda: IHSG melemah, pasar cermati peluang negosiasi putaran kedua AS-Iran

IHSG Melemah, Pasar Cermati Peluang Negosiasi Putaran Kedua AS-Iran

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun pada Kamis sore, seiring pelaku pasar terus mengawasi kemungkinan dimulainya putaran kedua perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. IHSG menurun 2,21 poin atau 0,03 persen ke level 7.621,38. Sementara indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, mengalami penurunan 2,63 poin atau 0,35 persen ke 75,32.

“IHSG turun saat bursa Asia regional menguat, terutama karena harapan tentang restart negosiasi dan kesepakatan perdamaian jangka panjang antara AS dan Iran, serta data ekonomi China,” jelas Nico, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, dalam analisisnya di Jakarta, Kamis.

Dari sisi internasional, fokus pasar saat ini berada pada harapan kembalinya perundingan antara AS dan Iran. Diberitakan, kedua pihak sedang mempertimbangkan memperpanjang gencatan senjata dua minggu untuk memberi waktu lebih luas dalam pembicaraan. Namun, Selat Hormuz tetap tertutup karena blokade ganda, dan laporan menyebutkan bahwa Iran mungkin memperbolehkan jalur bebas bagi kapal melalui bagian Oman jika kesepakatan untuk mencegah eskalasi tercapai.

Nico menambahkan bahwa pasar menilai potensi pembicaraan ulang antara AS dan Iran serta kemungkinan penandatanganan kesepakatan perdamaian. Berita ini membantu meredakan kekhawatiran inflasi, setelah harga minyak turun di bawah 100 dolar AS per barel.

Kondisi Ekonomi Tiongkok dan Dampak Global

Secara ekonomi, Tiongkok melaporkan pertumbuhan sebesar 5 persen year-on-year (yoy) pada kuartal I-2026, meningkat dari 4,5 persen di kuartal sebelumnya. “Kinerja positif ini mencerminkan kemampuan pemerintah Tiongkok menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global, serta ekspor yang kuat menopang permintaan dalam negeri yang belum pulih,” kata Nico.

Kondisi Pasar Domestik

Di dalam negeri, pasar masih mengawasi dinamika konflik di Timur Tengah, dengan putaran kedua perundingan AS-Iran masih dalam pembahasan. Tidak ada jadwal resmi yang diberlakukan, sehingga sentimen tetap terpengaruh oleh situasi tersebut.

Kemudian, aksi profit taking memengaruhi pergerakan IHSG, yang dibuka menguat tetapi bergerak negatif hingga akhir sesi perdagangan. Frekuensi transaksi mencapai 2.636.682 kali dengan total 39,81 miliar lembar saham senilai Rp18,14 triliun. Dari total tersebut, 356 saham naik, 318 turun, dan 119 tidak berubah.

Kinerja Sektoral

Secara sektoral, empat bidang mengalami kenaikan. Sektor transportasi & logistik menjadi pemimpin dengan kenaikan 3,00 persen, diikuti sektor kesehatan (2,08 persen) dan teknologi (1,43 persen). Sementara tujuh sektor lainnya mengalami penurunan, termasuk barang konsumen non primer yang turun 0,71 persen, infrastruktur (0,67 persen), dan properti (0,44 persen).

Kinerja Bursa Asia

Bursa saham regional Asia hari ini menunjukkan pergerakan beragam. Indeks Nikkei naik 1.441,26 poin atau 2,48 persen ke 59.575,50, sedangkan indeks Shanghai menguat 28,34 poin atau 0,70 persen ke 4.055,55. Indeks Hang Seng juga bergerak naik 446,96 poin atau 1,72 persen ke 26.394,26. Di sisi lain, indeks Strait Times melemah 13,37 poin atau 0,27 persen ke …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *