Facing Challenges: Lapas Cipinang gagalkan penyelundupan 24 paket narkoba dalam rokok
Lapas Cipinang Gagalkan Penyelundupan 24 Paket Narkoba dalam Rokok
Pengamanan di Jakarta Timur
Jakarta, 16 April 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Jakarta berhasil menghentikan upaya penyelundupan 24 paket narkoba yang diselundupkan dalam bentuk serbuk putih di dalam batang rokok yang masih tersegel. “Petugas Lapas Cipinang hari ini menyita dua pengunjung yang membawa barang titipan. Dalam 12 batang rokok, ditemukan 24 paket narkoba,” terang Kepala Lapas Syarpani di lokasi tersebut.
“Rokok yang diamankan terlihat tidak biasa, susunan batangnya tidak rapi. Salah satu batang terbalik, sehingga petugas mencurigai dan memeriksa lebih lanjut,” ujar Syarpani.
Proses pemeriksaan dilakukan setelah petugas mencatat perubahan bentuk pada rokok yang dibawa pengunjung. Menurut Syarpani, setiap barang yang masuk ke dalam lapas harus diperiksa sesuai standar operasional prosedur. “Tidak ada pengecualian. Petugas memecah batang rokok untuk menemukan barang tersembunyi,” tambahnya.
Keterangan Petugas tentang Penemuan
Dari hasil pemeriksaan, 12 batang rokok ditemukan dimodifikasi. Setiap batang berisi dua paket kecil narkoba. “Modus ini terbilang rapi, pelaku menyusun barang dengan hati-hati agar tidak terdeteksi. Tapi petugas kami cukup teliti,” jelas Syarpani.
“Kami sedang menyelidiki jaringan yang terlibat, termasuk mengidentifikasi warga binaan yang menjadi target pengiriman,” kata Syarpani.
Dua pelaku yang diamankan berasal dari Palmerah, Jakarta Barat. Mereka langsung diserahkan ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan. Selain itu, petugas juga mengejar sumber pengiriman dan penggunaan narkoba di dalam lapas. “Ini kesembilan kali kami mencegah penyelundupan narkoba tahun ini,” tambah Syarpani.
Kemajuan Modus Penyelundupan
Syarpani menyebut metode penyelundupan terus berubah. Sebelumnya, narkoba disembunyikan dalam makanan atau barang pribadi, seperti ceker ayam dan pembalut. “Hari ini, modusnya berbentuk rokok. Kami harus meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi inovasi ini,” ucapnya.