Pasokan biji-bijian hasil pertanian utama China tumbuh stabil

Pasokan biji-bijian hasil pertanian utama China tumbuh stabil

Beijing – Menurut laporan yang diterbitkan Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China pada Senin (20/4), produksi biji-bijian diperkirakan akan tetap stabil pada 2026. Laporan tersebut menegaskan bahwa kemampuan negara ini memastikan konsistensi pasokan biji-bijian serta produk pertanian penting lainnya semakin meningkat.

Faktor yang Mendukung Pertumbuhan Stabil

Kemajuan ini didorong oleh semangat petani dan dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi biji-bijian. Selain itu, pemanfaatan lahan pertanian secara lebih luas, penggunaan benih berkualitas, serta penerapan teknologi pertanian terkini akan memperkuat tren tersebut.

“Produksi biji-bijian akan tetap stabil, berkat perbaikan infrastruktur pertanian dan kebijakan pemerintah yang mengarah pada peningkatan kapasitas produksi,” kata laporan.

Proyeksi Output dan Konsumsi

Laporan menyebutkan bahwa hasil biji-bijian diharapkan mencapai 400 kilogram per mu pada 2026, sehingga total produksi diperkirakan mencapai 716 juta ton. Angka ini meningkat 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, produksi biji minyak diperkirakan mencapai 42,04 juta ton, naik 2,6 persen secara tahunan.

Dalam hal konsumsi, penggunaan minyak goreng China diproyeksikan menurun 0,2 persen, sedangkan konsumsi kedelai untuk pangan dan produk susu meningkat 0,6 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan pergeseran pola konsumsi yang lebih efisien.

Tren Perdagangan dan Harga

Laporan juga memperkirakan koordinasi antara perdagangan pertanian dan produksi domestik akan memperkuat. Nilai impor diperkirakan menurun, sementara ekspor produk pertanian kompetitif, seperti gula dan kapas, mungkin naik. Harga produk pertanian diperkirakan tetap stabil, dengan sebagian besar komoditas tidak mengalami perubahan signifikan sebelum sedikit mengalami kenaikan di akhir tahun.

Peran 20 Kategori Utama Produk Pertanian

Penelitian ini mencakup 20 kategori utama, seperti biji-bijian, kapas, dan gula, untuk memprediksi tren produksi, konsumsi, serta harga hingga 2035. Fokus khusus diberikan pada tahun-tahun kritis, termasuk 2026. China telah merilis laporan proyeksi pertanian secara berkelanjutan selama 13 tahun sejak 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *