Announced: Prancis perkirakan krisis Iran rugikan ekonomi hingga 6 miliar euro
Prancis Perkirakan Krisis Iran Rugikan Ekonomi Hingga 6 Miliar Euro
Menteri Ekonomi Prancis Roland Lescure mengungkapkan bahwa krisis di Timur Tengah, yang dipicu oleh ketegangan terhadap Iran, bisa menyebabkan kerugian hingga 6 miliar euro (sekitar Rp120,9 triliun) bagi perekonomian negara tersebut. Perkiraan ini dirilis pada Selasa, menurut Lescure, yang memberikan wawancara kepada radio RTL.
“Krisis ini masih sangat tidak pasti dalam hal evolusinya, serta dampaknya terhadap perekonomian atau keuangan publik. Kami hanya mempertimbangkan skenario kerugian akibat krisis, yang saat ini masih samar,” ujar Lescure. “Potensi kerugiannya diperkirakan antara 4 hingga 6 miliar euro (sekitar Rp80,6 triliun hingga Rp120,9 triliun),” tambahnya.
Pemerintah Prancis sedang mengevaluasi berbagai respons terhadap situasi krisis, dengan menteri menyebutnya sebagai “langkah pencegahan,” tetapi belum merilis detail spesifik. Pada hari yang sama, Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu diperkirakan akan mengumumkan kebijakan dukungan baru bagi perekonomian, yang akan berlaku mulai Mei.
Krisis Timur Tengah dan Langkah Diplomatik
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan terhadap target di Iran, termasuk Teheran, yang mengakibatkan kerusakan serta korban di antara warga sipil. Setelah itu, pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu. Namun, perundingan di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan.
Meskipun tidak ada pengumuman mengenai kembalinya konflik, AS meluncurkan blokade terhadap pelabuhan Iran. Langkah ini mendorong mediator untuk menyelenggarakan putaran negosiasi berikutnya, sebagai upaya mengatasi dampak ekonomi yang semakin terasa.