BTN raih pertumbuhan laba 22,6 persen – capai Rp1,1 triliun di kuartal I 2026

BTN Catat Peningkatan Laba Bersih 22,6 Persen, Capai Rp1,1 Triliun di Kuartal I 2026

Dalam kuartal pertama tahun 2026, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 22,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai total Rp1,1 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (NII) yang meningkat dua digit. Pada akhir Maret 2026, NII BTN naik 13 persen secara tahunan menjadi Rp4,26 triliun.

Kinerja DPK dan Penyaluran Kredit

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BTN juga menunjukkan peningkatan sebesar 9,9 persen yoy, mencapai Rp422,63 triliun. Dana murah (CASA) mencatat pertumbuhan positif 7,9 persen, hingga total Rp212,11 triliun atau 50,2 persen dari DPK keseluruhan. Kinerja ini berdampak pada penurunan cost of fund menjadi 3 persen, dibandingkan 4 persen di kuartal I 2025.

Di sisi penyaluran kredit, BTN mencatatkan peningkatan 10,3 persen yoy, mencapai Rp400,63 triliun. Angka tersebut terdiri dari KPR subsidi yang naik 7,7 persen ke Rp193,55 triliun dan KPR nonsubsidi yang meningkat 5,4 persen ke Rp112,56 triliun. Pertumbuhan ini mendorong peningkatan aset bank hingga 10,5 persen yoy menjadi Rp517,54 triliun.

Digitalisasi dan Pertumbuhan Pengguna

Seiring transformasi digital, jumlah pengguna BTN melonjak 67,5 persen yoy, dari 2,4 juta menjadi 4 juta pada kuartal I 2026. Pertumbuhan ini diikuti peningkatan rata-rata saldo tabungan, jumlah, serta nilai transaksi sebesar 18 persen, 8,1 persen, dan 48,2 persen, masing-masing.

“Laba didorong utama oleh efisiensi cost of fund dan peningkatan kualitas kredit,” jelas Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Secara keseluruhan, performa BTN dalam menghimpun dana dan menyalurkan kredit menjadi faktor kunci dalam peningkatan aset perusahaan. Tahun ini, perusahaan juga menyampaikan dampak positif dari kebijakan pemerintah yang mendukung masyarakat menengah ke bawah.

Peluang Ekonomi dari Perumahan

Nixon menyoroti kontribusi sektor perumahan terhadap perekonomian nasional. Sejak 1976 hingga April 2026, penyaluran KPR BTN telah mencapai 6 juta unit. Jika setiap rumah dihuni oleh empat orang, maka total penduduk yang terbantu mencapai 24 juta.

Menurut Nixon, program perumahan memiliki efek pengganda yang signifikan, bukan hanya bagi penghuni rumah, tetapi juga bagi tenaga kerja lokal. Bahan baku sekitar 90 persen berasal dari produk dalam negeri, sementara penjualan rumah memberi kontribusi pendapatan negara melalui pajak.

“Setiap investasi tambahan sebesar Rp1 triliun di industri perumahan bisa menciptakan 8.000 peluang pekerjaan,” ujarnya.

Kinerja BTN di kuartal pertama 2026 menunjukkan dampak transformasi yang telah dilakukan perusahaan selama beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan laba, pendapatan bunga, dan pengguna digital semuanya mencerminkan langkah strategis yang telah berdampak nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *