Key Strategy: Darmin Nasution nilai pemerintah perlu sesuaikan anggaran subsidi BBM
Darmin Nasution nilai pemerintah perlu sesuaikan anggaran subsidi BBM
Jakarta – Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyoroti perlunya pemerintah menyesuaikan alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi tekanan eksternal yang terus meningkat. Menurutnya, kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi meski harga minyak internasional naik berdampak langsung pada kestabilan nilai tukar rupiah. Dalam acara Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu, ia menjelaskan bahwa ketika harga minyak global turun, tetapi BBM dalam negeri tetap dijaga harga-nya, pemerintah wajib menanggung perbedaan biaya melalui subsidi yang lebih besar.
Kondisi ini menambah beban pembiayaan pemerintah, yang kemudian memberi tekanan terhadap rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). “Artinya ya Anda (pemerintah) membuat harga BBM di dalam negeri tetap stabil, itu akan mengalihkan tekanan ke tempat lain, seperti nilai tukar rupiah,” kata Darmin. Ia menambahkan bahwa dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, pemerintah tidak bisa menjaga seluruh aspek ekonomi tetap seimbang.
Kebijakan mengendalikan harga energi harus diimbangi dengan akibat-akibat di sektor lain, seperti kenaikan beban fiskal atau tekanan terhadap rupiah. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa perlu ada penyesuaian kebijakan agar dampak tersebut tidak memperburuk kondisi ekonomi. “Jadi itu adalah biaya yang harus Anda tanggung karena tidak mau menyesuaikan subsidi BBM. Harus ada penyesuaian supaya tekanan tidak semakin berlanjut ke nilai tukar,” jelasnya.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Rabu tercatat melemah 38 poin atau 0,22 persen, menjadi Rp17.181 per dolar AS dari Rp17.143 sebelumnya. Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menyebut pelemahan ini dipengaruhi oleh ketidakpastian gencatan senjata antara AS dengan Iran. “Presiden AS Donald Trump mengatakan akan memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu untuk mendukung pembicaraan yang berujung pada penyelesaian perang yang telah mengorbankan ribuan nyawa dan memengaruhi ekonomi dunia,” ujarnya.
Langkah Trump dinilai lebih bersifat sepihak, dan belum jelas apakah Iran atau Zionis Israel akan menyetujui perpanjangan gencatan senjata selama dua minggu seperti yang sebelumnya disepakati. Di sisi lain, Trump menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan terus menjaga blokade pelabuhan dan pantai Iran, yang oleh pihak Iran dianggap sebagai tindakan perang.