New Policy: Bupati Bogor teken kerja sama PSEL untuk atasi darurat sampah

Bupati Bogor Teken Kerja Sama PSEL untuk Atasi Darurat Sampah

Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi fokus perhatian setelah Bupati Rudy Susmanto menandatangani kesepakatan dengan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya. Tindakan ini bertujuan untuk mengatasi masalah penumpukan sampah yang mendesak di wilayah tersebut. Penandatanganan berlangsung di Cibinong, Rabu, dan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jabar, Kota Bogor, dan perusahaan swasta PT Weiming Nusantara Bogor New Energy.

Kerja sama tersebut diharapkan memperkenalkan sistem pengelolaan sampah yang lebih inovatif dan ramah lingkungan. Dengan proyek ini, sampah tidak hanya diurusi untuk mengurangi tekanan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga dikonversi menjadi energi listrik bernilai ekonomi. Rudy Susmanto menekankan bahwa tantangan pengelolaan sampah kini menjadi prioritas serius pemerintah daerah, seiring berbagai masalah seperti banjir dan longsoran tanah yang terus mengganggu.

“Alhamdulillah, kami telah menandatangani perjanjian kerja sama PSEL dengan PT Weiming Nusantara Bogor New Energy, yang disaksikan oleh Menko Bidang Pangan, Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Dalam Negeri, Danantara, dan Kepala BRIN,” ujar Rudy Susmanto.

Menurut Rudy, inisiatif ini bertujuan menciptakan transformasi signifikan dalam arah pembangunan Kabupaten Bogor. “Semua isu harus ditemukan solusi, banjir harus diatasi, sampah harus dikelola, dan pembangunan tetap berjalan,” tambahnya. Proyek ini juga diperkirakan menekan beban TPA serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Menteri Koordinator Zulkifli Hasan menegaskan bahwa krisis sampah telah mencapai tingkat darurat nasional. “Sampah saat ini sudah menjadi ancaman besar, buktinya sudah menggunung dan menyebabkan bencana,” kata Menko. Ia menuturkan, sesuai arahan Presiden, hingga 2029 semua sampah non-rumah tangga harus ditangani di sumber asal, seperti kantor, pasar, sekolah, restoran, dan fasilitas umum lainnya.

Menurut Menko, kepala daerah perlu memastikan program ini berjalan optimal. “Kepala daerah harus mengawasi proyek secara ketat agar target tercapai dan pasokan sampah sebagai bahan baku tetap stabil,” tuturnya. Implementasi PSEL Bogor Raya, lanjutnya, juga akan menciptakan peluang kerja baru di sektor energi bersih serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *