New Policy: Pakar: Instrumen syariah lebih tahan gejolak saat harga energi naik
Pakar: Instrumen Syariah Lebih Tahan Gejolak Saat Harga Energi Naik
Analisis oleh Munifah Syanwani tentang Ketahanan Sistem Keuangan Syariah
Jakarta – Munifah Syanwani, seorang ahli ekonomi syariah yang juga menjabat Wakil Ketua Harian Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), mengatakan instrumen keuangan syariah lebih stabil dalam menghadapi fluktuasi pasar dibandingkan sistem konvensional, terutama saat harga energi global meningkat. Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak sering kali memicu ketidakstabilan di pasar keuangan tradisional, karena berkaitan langsung dengan bunga, saham, dan kebijakan moneter.
“Saat harga minyak melebihi 100 dolar per barel, pasar modal konvensional mengalami gejolak yang signifikan karena sangat bergantung pada suku bunga dan faktor psikologis investor,” ujarnya dalam acara webinar di Jakarta, Selasa.
Berbeda dengan instrumen syariah, Munifah menilai produk ini lebih bisa bertahan karena didasarkan pada aset riil dan kegiatan nyata. “Sistem syariah tidak mendorong spekulasi berlebihan, melainkan fokus pada realitas ekonomi,” tambahnya.
Ketahanan Instrumen Syariah di Tengah Ketidakpastian Global
Menurut Munifah, sifat instrumen syariah yang berbasis aset membuatnya menjadi pilihan yang lebih aman di tengah perubahan dinamis harga energi. Ia menegaskan bahwa sektor riil dan kegiatan produktif adalah fondasi utama dalam mempertahankan keseimbangan ekonomi syariah.
Surplus Likuiditas dan Peluang Investasi
Di sisi lain, kenaikan harga energi juga berdampak positif bagi negara-negara penghasil minyak, khususnya di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, kondisi ini dapat mendorong aliran dana ke sektor keuangan syariah dan industri halal secara global. Namun, ia mengingatkan bahwa kenaikan biaya energi juga bisa meningkatkan ongkos produksi bagi industri halal di dalam negeri.
Munifah menekankan bahwa penguatan sektor riil, termasuk industri halal, menjadi faktor penting untuk menjaga daya tahan ekonomi syariah di tengah tantangan pasar global. Dengan fondasi yang lebih kuat, sistem ini dianggap lebih efektif menghadapi ketidakpastian.