Key Discussion: IPB libatkan mahasiswa tangani kasus pelecehan seksual
IPB Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Kasus Pelecehan Seksual
Kabupaten Bogor – Institut Pertanian Bogor (IPB) University menggandeng mahasiswa untuk mengatasi kasus pelecehan seksual sebagai langkah meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan masyarakat terhadap proses yang berlangsung di lingkungan kampus. Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, dalam dialog dengan mahasiswa di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Jumat, menegaskan bahwa kampus tidak mengizinkan kekerasan seksual dalam bentuk apa pun.
Kami berkomitmen memastikan setiap proses berjalan transparan, akuntabel, dan partisipatif dengan melibatkan mahasiswa,” ujar Alim usai menggelar pertemuan tersebut.
Alim menjelaskan, tindakan IPB bertujuan memperkuat sistem pencegahan serta penanganan kasus secara menyeluruh. Selain itu, lembaga pendidikan tersebut juga fokus pada pendekatan dialogis untuk menciptakan solusi yang adil dan komprehensif.
Dalam acara yang dihadiri ratusan mahasiswa, dialog antara pimpinan kampus dan mahasiswa menjadi forum terbuka untuk membahas berbagai aspek penanganan kekerasan seksual. Direktur Kerja Sama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Alfian Helmi, mengatakan partisipasi mahasiswa adalah bagian dari komitmen institusi dalam menjaga kejujuran dan keterbukaan.
“Pelibatan mahasiswa penting untuk memastikan proses transparan, berkeadilan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap IPB,” kata Alfian.
Alfian menambahkan, keterlibatan mahasiswa dilakukan melalui koordinasi dengan organisasi dan perwakilan mereka. Tujuan utama dialog ini, menurutnya, adalah membangun transparansi, menyediakan ruang aman bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan, serta mengumpulkan masukan untuk perbaikan kebijakan masa depan.
Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPB University, Muhammad Abdan Rofi, mengapresiasi upaya kampus dalam menciptakan ruang dialog terbuka. “Kami bersyukur bisa bertemu langsung dengan pemangku kebijakan. Diskusi ini mencakup teknis hingga penyusunan regulasi,” ujarnya.
“Tuntutan mahasiswa terkait prosedur, regulasi, dan aspek teknis telah disepakati bersama dalam forum ini,” tambah Abdan.
Abdan menekankan pentingnya kerja sama antara institusi dan mahasiswa dalam membangun lingkungan kampus yang aman dan inklusif. “Harapan kami adalah menjadi ‘co-creator’ dalam menciptakan ruang yang nyaman, tidak hanya diukur dari kebijakan institusi, tetapi juga melalui keterlibatan aktif mahasiswa,” katanya.
Dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus IPB University semakin menarik perhatian publik setelah video percakapan dalam grup WhatsApp mahasiswa yang bernada vulgar beredar luas di media sosial.