New Policy: Ditjen Imigrasi perluas layanan Mecca Route hingga Makassar
Ditjen Imigrasi Perluas Layanan Mecca Route hingga Makassar
Dari Jakarta, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mengumumkan penambahan layanan Mecca Route yang kini mencakup Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan. Ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi, yang sebelumnya hanya tersedia di Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Juanda Surabaya, serta Bandara Adi Soemarno Solo.
Kelanjutan Proses Keimigrasian di Tanah Air
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menjelaskan bahwa perluasan layanan Mecca Route ke Makassar bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada lebih banyak jamaah calon haji. “Kehadiran layanan ini di Makassar adalah langkah strategis agar jamaah bisa menjalani pemeriksaan keimigrasian sejak di Tanah Air,” ujarnya di Jakarta, Kamis.
“Kami ingin memangkas birokrasi, sehingga jamaah bisa lebih tenang dalam mempersiapkan diri menuju Tanah Suci,” kata Hendarsam.
Selama tahun 2026, sebanyak 15.804 jamaah calon haji dari Embarkasi Makassar telah memanfaatkan skema Mecca Route. Layanan ini memungkinkan pemeriksaan keimigrasian di muka yang dilakukan langsung oleh petugas imigrasi Arab Saudi di bandara keberangkatan Indonesia. Total jamaah calon haji yang mendapatkan layanan Mecca Route di seluruh negeri mencapai 221.000 orang.
Menurut Hendarsam, manfaat utama Mecca Route adalah pengurangan waktu dan langkah dalam proses keimigrasian. Jamaah tidak perlu lagi menghadapi pemeriksaan paspor dan visa di Arab Saudi, sehingga dapat fokus langsung pada ibadah haji. Layanan ini juga bertindak sebagai alat strategis untuk mempercepat pergerakan dan meningkatkan kenyamanan, terutama bagi jamaah yang berusia tua atau memiliki keterbatasan fisik.
Penerbangan pertama jamaah calon haji dari Makassar telah berjalan pada Rabu (14/4) dini hari, dengan rute ke Madinah. Hal ini menandai dimulainya operasional embarkasi haji tahun ini.