Topics Covered: Semangat Kartini-kartini kecil dari YPAC
Semangat Kartini-kartini kecil dari YPAC
Di Jakarta, pagi hari menemani Kiki, seorang anak yang dipanggil dengan nama kecilnya, saat kuas lembut menambahkan warna merah di pipinya. Wajahnya bersinar saat ia mengeluarkan lagu dari mulutnya, siap memulai pertunjukan dengan antusiasme. Tangannya mengikuti irama sambil memukul kursi roda. Pakaian adat Bali terlihat sempurna di tubuhnya yang kecil. Senyumnya tak pernah pudar, seakan panggung adalah tempat paling nyaman baginya.
Kiki dan Perjalanan Bernyanyi
Kiki bukan baru dalam berlatih bernyanyi. Sejak usia dini, ia telah mendapat bimbingan dari para guru di sekolahnya. Baginya, menyanyi adalah cara mengekspresikan kebahagiaan. “Aku suka bernyanyi karena menyenangkannya,” katanya sambil tersenyum penuh makna. Kecintaannya pada tarik suara membuahkan hasil nyata; dua tahun lalu, ia meraih juara ketiga dalam ajang di DKI Jakarta. Mimpi jadi penyanyi pun menjadi ambisinya yang sederhana tapi besar.
Peran YPAC dalam Pembinaan
Kiki tumbuh menjadi anak yang percaya diri, berkat pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) di Jakarta Selatan. SLB ini dinilai Yanto, orang tua Ella, siswa kelas 6, sebagai tempat yang membentuk mental siswanya. “Ini menjadi motivasi agar anak berani dan percaya diri, serta berani tampil di depan umum,” ujarnya.
Keluarga Yanto baru saja pindah dari Solo. Keputusan mengirim Ella ke YPAC dianggap tepat, terutama karena fasilitas dan pendampingan yang lebih lengkap. “Di sini lebih lengkap. Karena kami juga pindahan, jadi cari yang cocok,” katanya.
Kecintaan Lain di Luar Panggung
Ella memiliki beragam hobi, mulai dari melukis hingga olahraga seperti sepak bola dan bulu tangkis. Di kelas, ia menyukai pelajaran bahasa Inggris. Mimpi jadi guru pun menjadi tujuan hidupnya, sama mulia dengan keinginan untuk menjadi penyanyi. Bagi Ella, mengekspresikan diri melalui berbagai media bukan hal yang menakutkan, melainkan peluang untuk berkembang.