New Policy: Kepala Bakamla resmikan 3 mako zona perkuat keamanan laut nasional
Kepala Bakamla resmikan 3 mako zona perkuat keamanan laut nasional
Di Batam, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia, Laksdya TNI Irvansyah, menghadiri upacara peresmian tiga pusat komando zonasi secara bersamaan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum di perairan Indonesia yang luas. Tiga zona tersebut masing-masing ditempatkan di wilayah Barat, Tengah, dan Timur.
Wilayah Barat diperuntukkan untuk Batam, Kepulauan Riau (Kepri), dengan lokasi Mako Zona Barat di Desa Setokok, Kecamatan Bulang. Zona ini menempati lahan seluas sekitar 16,8 hektare dan dilengkapi berbagai fasilitas, seperti dermaga, gedung komando, kantor syahbandar, serta klinik dan rumah susun. Irvansyah mengungkapkan bahwa pusat komando dan pengendalian akan beroperasi optimal tahun ini, sehingga keamanan tiga wilayah dapat terjaga secara maksimal.
“Di Batam merupakan mako terbesar. Kita harapkan tahun ini pusat komando dan pengendalian sudah bisa berfungsi optimal, sehingga wilayah barat, tengah, dan timur dapat terjaga keamanannya secara maksimal,” ujarnya.
Zona Tengah berada di Desa Kalasey I, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dengan luas 7 hektare. Fasilitas utamanya mencakup Gedung Mako John Lie dan Pos Bakamla Banjarmasin. Sementara itu, Zona Timur terletak di Desa Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Maluku Tengah, dengan area 0,5 hektare. Pusat komando di sini menggunakan Gedung Mako Martha Cristina Tiahahu.
Sebagai peneguh, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menekankan pentingnya kehadiran Bakamla di wilayah laut yang dominan. “Kepri merupakan wilayah dengan dominasi laut, hanya dua persen daratan, sekaligus pintu gerbang Indonesia di bagian Utara dan Barat,” katanya. Ia menambahkan bahwa potensi ekonomi tinggi di wilayah tersebut menyebabkan tantangan seperti penyelundupan dan pelanggaran maritim juga semakin besar.
“Kehadiran Bakamla menjadi sangat krusial tidak hanya dalam pengawasan, tetapi juga sebagai simpul koordinasi antar pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan laut,” ujarnya.
Pembangunan tiga pusat komando ini diharapkan memperkuat sistem keamanan laut Indonesia secara integratif. Dengan membangun infrastruktur yang terstruktur, Bakamla berupaya menjaga kedaulatan serta keselamatan wilayah perairan secara berkelanjutan.