Special Plan: Sport Visa Ditjen Imigrasi perkuat ekosistem olahraga nasional
Dukungan Sport Visa Ditjen Imigrasi untuk Perkuat Ekosistem Olahraga Nasional
Sinergi dengan DPP Perbasi
Dari Jakarta, Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memberikan dukungan untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional melalui penyederhanaan layanan dan jalur khusus bagi atlet asing. Kolaborasi ini diperkuat oleh kerja sama dengan Dewan Perwakilan Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) dalam mengawasi serta memberikan edukasi kepada pemain asing yang tampil di Indonesia Basketball League (IBL).
“Dukungan ini merupakan bagian dari peran Imigrasi sebagai fasilitator pertumbuhan sektor potensial, termasuk olahraga,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Hendarsam Marantoko dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Tim Khusus untuk Optimalkan Layanan
Menurut Hendarsam, pihaknya membentuk tim spesialis yang fokus pada sektor olahraga untuk memudahkan pengurusan administrasi para atlet asing. Tim ini terdiri dari perwakilan berbagai direktorat teknis, mencakup layanan dan pengawasan. Fungsi pengawasan tetap dijaga meski tujuannya adalah meningkatkan efisiensi dan adaptabilitas layanan Sport Visa.
“Meskipun tujuannya untuk memudahkan, fungsi pengawasan tetap berjalan,” tambahnya.
Jenis dan Proses Penerbitan Visa
Ditjen Imigrasi menyediakan tiga jenis visa khusus untuk olahraga: indeks C8A untuk atlet, C8B untuk ofisial, serta D8 untuk visa perjalanan berulang. Pemohon cukup melengkapi dokumen seperti paspor, foto terbaru, surat undangan, jaminan penjamin, dan rekening koran melalui situs evisa.imigrasi.go.id.
Pengajuan visa olahraga mencatatkan peningkatan signifikan. Pada 2025, total visa yang dikeluarkan mencapai 6.388, sementara dari Januari hingga Maret 2026, sudah ada 866 visa yang diterbitkan.
Kemudahan dan Fasilitas Pendukung
Untuk meningkatkan kenyamanan, Ditjen Imigrasi menyediakan jalur cepat (fast track) serta konter pemeriksaan dokumen di bandara. Hal ini meminimalkan waktu tunggu atlet internasional selama proses administrasi. Teknologi autogate juga diterapkan untuk mempercepat proses kedatangan dan keberangkatan secara otomatis.
Adapun fasilitas lainnya, seperti penerbitan visa secara kolektif dan percepatan permohonan, dilakukan berdasarkan kebutuhan penyelenggara acara.
Persiapan untuk Agenda Internasional
Hendarman menegaskan bahwa langkah ini bertujuan menjaga performa atlet selama bertanding. Dengan menghindari kelelahan akibat prosedur administrasi yang rumit, kehadiran Sport Visa diharapkan meningkatkan kualitas kompetisi. Ia juga menyebut bahwa kemudahan akan terus ditingkatkan, terutama dengan rencana Indonesia menjadi tuan rumah acara internasional seperti FIBA U-17 Asia Cup dan FIBA U-19 World Cup.
“Ekosistem olahraga yang berkembang akan membawa citra positif Indonesia ke dunia,” tambah Hendarsam.
Kegiatan Olahraga yang Didukung
Sebagai bentuk dukungan, Ditjen Imigrasi telah memfasilitasi berbagai acara olahraga internasional sejak 2023 hingga 2026, termasuk Formula E Jakarta, MotoGP Mandalika, U-17 World Cup, FIFA Series Indonesia, serta Olimpiade dan Paralimpik. Tujuan utamanya adalah memperkuat industri sportaiment nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ajang internasional.