Main Agenda: Lindungi Coral Triangle, YKAN luncurkan pemberdayaan perempuan pesisir

Lindungi Coral Triangle, YKAN Perkenalkan Program Pemberdayaan Perempuan Pesisir

Jakarta – Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Global Affairs Canada meluncurkan inisiatif penguatan perempuan pesisir. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam menjaga keberlanjutan Segitiga Terumbu Karang, kawasan laut strategis di dunia. Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto, menjelaskan dalam acara peluncuran bertajuk “Project Launch Coral Triangle Resilience, Empowering Stewardship in the Coral Triangle” di Jakarta, Selasa.

Peran Perempuan dalam Konservasi Ekosistem

Segitiga Terumbu Karang dikenal sebagai sentra keanekaragaman hayati laut global. Wilayah ini menyimpan sekitar 76 persen spesies terumbu karang serta 37 persen spesies ikan laut dunia. Terumbu karang dan ekosistem pesisir di sini berperan penting sebagai sumber pangan, penghasil pendapatan, dan simbol budaya bagi masyarakat setempat.

“Meskipun sumber daya laut di sini sangat melimpah, ancaman yang mengintai justru semakin banyak, mulai dari pemanfaatan ikan secara tidak berkelanjutan hingga perubahan iklim,” ujar Herlina Hartanto.

Program ini bertujuan memfasilitasi perempuan untuk berperan aktif dalam menjaga ekosistem. Dalam kesempatan tersebut, Herlina menekankan bahwa perempuan, terutama di masyarakat tradisional, sering diabaikan dalam proses pengambilan keputusan. “Maka kami mengajak mereka untuk ikut berbicara, menyuarakan pendapat mereka,” tambahnya.

Pelatihan dan Ekspansi ke Negara Lain

Pelatihan yang diselenggarakan dalam program ini bertujuan membangun kapasitas kelompok perempuan pesisir. Selain di Indonesia, inisiatif ini juga akan berlangsung di Filipina, Papua Nugini, serta Kepulauan Solomon. Di Indonesia, fokusnya pada dua wilayah utama: Bentang Alam Kepala Burung di Raja Ampat, Papua Barat Daya, dan Kepulauan Teon, Nila, Serua di Maluku Tengah.

Kedua daerah ini memiliki keanekaragaman hayati laut yang luar biasa, tetapi kini menghadapi risiko besar akibat dampak perubahan iklim dan tekanan terhadap lingkungan alaminya. Dengan melibatkan perempuan, YKAN berharap menguatkan ketahanan komunitas dan menjaga keberlanjutan kawasan konservasi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *