Anggota DPR kritisi insiden bayi nyaris tertukar di RSHS – perketat SOP
Anggota DPR Soroti Insiden Bayi Nyaris Tertukar di RSHS, Tuntut Penguatan SOP
Di Jakarta, Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, mengkritik insiden kejadian bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, yang memicu permintaan perketatan Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan pasien di seluruh rumah sakit. “Jangan sampai ada celah sekecil apa pun, seorang ibu harus menerima bayinya sendiri. Kasus ini harus menjadi alarm keras bagi Kementerian Kesehatan untuk memperketat SOP di semua rumah sakit,” tegasnya dalam wawancara, Kamis.
Kasus Bayi Hampir Tertukar di NICU
Sebelumnya, RSHS sempat mengalami kasus bayi hampir tertukar. Saat waktunya pulang dari ruang NICU, seorang ibu mengaku menemukan bayinya sementara berada di tangan orang lain setelah meninggalkan ruangan untuk menangani urusan administrasi. Kesalahan tersebut berhasil dideteksi sebelum bayi dikeluarkan dari lingkungan rumah sakit.
Prosedur Penyerahan Bayi Perlu Lebih Ketat
Arzeti menyarankan penguatan SOP melalui peningkatan prosedur penyerahan bayi. Ia menekankan bahwa langkah ini harus dilakukan secara rigor dan bertingkat. “Verifikasi identitas orang tua tidak boleh hanya bergantung pada kepercayaan, tetapi harus melalui pencocokan dokumen resmi dengan data bayi,” ujarnya.
“Penyerahan bayi harus melalui pemeriksaan lengkap. Identitas orang tua wajib diverifikasi menggunakan kartu pengenal resmi dan dicocokkan dengan informasi bayi. Ini prinsip dasar yang tidak boleh ditawar,” tambahnya.
Di sisi lain, Arzeti meminta dilakukan investigasi mendalam untuk mengungkap kronologi kejadian secara transparan. Ia menyarankan pihak rumah sakit memanfaatkan rekaman kamera pengawas atau CCTV sebagai bahan bukti. “Selain itu, harus ada evaluasi terhadap kemungkinan adanya pihak luar yang memanfaatkan kelemahan petugas di lapangan,” pesannya.