Meeting Results: Komisi I ingatkan penguatan kedaulatan di tengah dinamika geopolitik
Komisi I Ingatkan Pentingnya Penguatan Kedaulatan di tengah Tantangan Global
Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyoroti perlunya meningkatkan kedaulatan negara dalam situasi geopolitik yang semakin berubah cepat. Pada acara diskusi “Dialektika Demokrasi” di Kompleks Parlemen, Rabu, ia menekankan bahwa Indonesia harus tetap konsisten dalam kebijakan luar negeri bebas aktif, sambil menyesuaikan diri dengan dinamika konflik dunia.
Konflik Rusia-Ukraina sebagai Contoh
Dave menyatakan bahwa perang Rusia-Ukraina yang berlangsung tiga tahun lebih telah menjadi indikasi kuat bahwa banyak pihak global terlibat dalam pertikaian tersebut. “Konflik ini seharusnya selesai lebih dulu jika hanya melibatkan dua negara. Namun kenyataannya, dukungan senjata, teknologi, dan personel berasal dari berbagai negara,” tutur dia dalam pernyataan resmi.
“Pergantian kepemimpinan di Iran berlangsung cepat. Ini menunjukkan mereka tidak mengkultuskan individu, tetapi mengedepankan ideologi,” tambah Dave.
Eskalasi Tegangan di Timur Tengah
Dalam konteks Timur Tengah, Dave mencatat bahwa ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat terus meningkat. Meski demikian, ia menilai stabilitas dalam negeri Iran tetap terjaga. Di sisi lain, ia memperingatkan ancaman konflik yang bisa mengarah pada peningkatan risiko partisipasi warga negara asing, termasuk penduduk Indonesia, sebagai tentara bayaran.
Dampak Ekonomi Global dan Kebijakan Indonesia
Menurut Dave, perubahan geopolitik ini memengaruhi sektor ekonomi global, khususnya harga energi. Namun, ia menyebut bahwa Pemerintah Indonesia, termasuk Presiden Prabowo dan Menteri ESDM, berhasil mengurangi dampaknya melalui kebijakan fiskal. “Pengelolaan APBN memberikan dampak stabil pada perekonomian nasional,” jelasnya.
Keseimbangan Hubungan Internasional
Dave menekankan perlunya menjaga hubungan internasional yang seimbang, mengingat posisi strategis Indonesia. “China adalah mitra dagang utama, tetapi kita juga butuh kerja sama teknologi dari Amerika Serikat dan Eropa,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa Indonesia perlu memperkuat perannya di forum global untuk mendorong solusi perdamaian yang berkelanjutan.