Key Strategy: Kemendukbangga: Solidaritas sosial faktor penting bagi bonus demografi

Kemendukbangga: Solidaritas sosial faktor penting bagi bonus demografi

Dari Jakarta, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menegaskan bahwa solidaritas sosial dalam Program Keluarga Berencana (KB) berperan krusial dalam menciptakan bonus demografi. Kepala BKKBN Wihaji mengatakan, keberhasilan program ini melibatkan kerja sama lintas generasi, termasuk kontribusi dari Prof Haryono Suyono, pendahulu BKKBN, yang telah mendorong penurunan angka kelahiran secara signifikan.

“Bonus demografi yang sekarang dinikmati Indonesia, kata Wihaji, merupakan hasil konsisten dari program KB yang dijalankan sejak beberapa dekade silam, termasuk kontribusi dari Prof Haryono Suyono sebagai pendahulu BKKBN.”

Wihaji menjelaskan, generasi sebelumnya, khususnya baby boomers, menunjukkan sikap gotong royong dalam mendorong penggunaan metode kontrasepsi. Ia menekankan bahwa penguatan program KB kembali harus menjadi strategi utama untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, seiring peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sebagai informasi tambahan, Haryono Suyono, mantan kepala BKKBN periode 1983–1998, menyebutkan bahwa keberhasilan program KB Indonesia telah mendapat pengakuan internasional. Tahun 1989 menjadi bukti ketika Indonesia meraih penghargaan UN Population Award dari PBB atas upaya mengurangi angka fertilitas hingga lebih dari setengahnya.

“Lembaga kita telah berhasil membuat struktur penduduk kita lurus, tidak ada bengkok lain sama sekali. Semuanya lurus dan mempunyai keruncingan,” ucap Haryono.

Kemendukbangga/BKKBN menegaskan komitmen untuk memaksimalkan bonus demografi melalui pembangunan keluarga berkualitas. Penguatan delapan fungsi keluarga dianggap sebagai strategi utama pemerintah dalam menghasilkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan memiliki daya saing. Kolaborasi antar generasi serta perkuatan KB juga diperlukan untuk menjaga konsistensi pencapaian tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *