Solution For: Dukung layanan haji, BRIN kembangkan teknologi pangan instan tanpa api
Dukung Layanan Haji, BRIN Kembangkan Teknologi Pangan Instan Tanpa Api
Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan teknologi makanan siap saji tanpa api sebagai upaya mendukung kebutuhan pangan para jamaah haji Indonesia. Teknologi ini dirancang untuk memudahkan pengemasan dan pemanasan makanan, serta memastikan kualitasnya tetap terjaga saat dibawa ke lokasi ibadah haji.
Inovasi dari BRIN
Kepala BRIN, Arif Satria, dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa teknologi pangan tersebut hadir dalam berbagai bentuk, termasuk makanan kaleng, kemasan fleksibel, hingga alat pemanas tanpa api. Ia menekankan bahwa fokus pengembangan saat ini terletak pada teknologi pemanas tanpa api, yang dianggap sebagai solusi efektif untuk situasi di lokasi haji.
“Teknologi pemanas tanpa api ini dapat memanaskan makanan hanya dengan menambahkan air dingin. Tidak perlu menggunakan pemanas air, sehingga lebih praktis dan aman,” ujar Arif Satria.
Dalam penjelasannya, Arif menyebut bahwa teknologi ini telah melewati uji keamanan pangan. “Makanan yang dipanaskan melalui metode ini tetap lezat dan cepat disajikan, terutama di lokasi seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” tambahnya.
Dukungan dari Menko Pangan
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi inovasi yang dikembangkan BRIN. Ia menyoroti peran teknologi pengemasan dalam memperpanjang masa simpan makanan sebelum distribusi. “Dengan teknologi ini, layanan konsumsi jamaah haji akan lebih efisien, aman, dan berkualitas,” kata Zulhas, sapaan akrabnya.
“Makanan yang dikirimkan khusus untuk jamaah haji Indonesia, bukan untuk dijual di Arab Saudi. Ketersediaannya tetap terjamin, meski ada dinamika geopolitik global,” ucap Menko Zulkifli Hasan.
Zulhas menegaskan bahwa pangan yang disediakan selalu memenuhi standar keamanan, sehingga jamaah haji tidak perlu khawatir mengenai kualitas dan kuantitas makanan saat beribadah. Dukungan BRIN dalam bidang pangan diharapkan dapat memperkuat keselamatan dan kenyamanan selama proses penyajian makanan di lokasi haji.