Special Plan: Wamen PU resmikan alat deteksi banjir berbasis komunitas
Wamen PU resmikan alat deteksi banjir berbasis komunitas
Kabupaten Bogor menjadi tempat peresmian alat deteksi banjir berbasis komunitas oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti di Bojongkulur, Rabu. Acara tersebut dimulai dengan penekanan sirene untuk mengaktifkan perangkat Automatic Water Level Recorder (AWLR) dan pengukur curah hujan yang dikelola oleh Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C). Alat-alat ini diberikan sebagai sumbangan dari AIM Analytics Malaysia dan dipasang di sepanjang daerah aliran Sungai Cileungsi serta Sungai Cikeas, selaras dengan titik pengamatan manual dan CCTV yang dimiliki KP2C.
Diana berharap sistem ini meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi ancaman banjir, sekaligus memperkuat mekanisme peringatan dini yang berbasis data langsung. “Karena lokasinya berada di wilayah Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, mohon dihubungkan agar area sekitarnya dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar dia. Ia juga menyoroti pengalaman masyarakat dalam mengatasi bencana banjir sebagai pembelajaran penting tentang kesiapan dan peran teknologi. “Untuk itu, masyarakat harus siap menghadapi musibah, sementara alat ini mendukung sistem peringatan awal terhadap potensi bencana,” tambahnya.
“Teknologi ini menyelamatkan rakyat. Maka, saya berharap sistem ini tidak berhenti di sini