Main Agenda: Heboh Temuan Jamur Makan Emas, Bisa Guncang Dunia Tambang

Heboh Temuan Jamur Makan Emas, Bisa Guncang Dunia Tambang

Sebuah penelitian tahun 2019 oleh lembaga sains nasional Australia, CSIRO, mengungkapkan bahwa jamur tanah memiliki kemampuan unik untuk ‘mengonsumsi’ emas. Penelitian ini menunjukkan bahwa jamur Fusarium oxysporum bisa melarutkan partikel emas dari lingkungan sekitarnya, kemudian menempelkannya pada tubuhnya. Temuan ini dianggap luar biasa karena emas dikenal memiliki sifat kimia inert, yang berarti jarang berinteraksi dengan makhluk hidup.

“Interaksi antara jamur dan emas ini mengejutkan, sebab logam tersebut dianggap tidak aktif secara kimia,” kata peneliti utama CSIRO, Tsing Bohu, seperti dikutip dari Daily Galaxy, Selasa (14/4/2026).

Dengan kemampuan ini, jamur terbukti bisa mengubah logam inert menjadi bentuk yang bisa digunakan oleh organisme. Hasil penelitian memicu ide inovatif dalam sektor pertambangan. Sebuah perusahaan pertambangan Australia sedang mempertimbangkan penggunaan jamur sebagai alat eksplorasi alami. Pendekatan ini dianggap lebih efektif dibandingkan metode konvensional yang memerlukan pengeboran ratusan lubang uji. Metode tradisional seringkali mahal, lambat, dan berpotensi merusak lingkungan.

Penggunaan indikator biologis, seperti jamur, bisa mempersempit area pengeboran atau mengambil sampel secara lebih tepat, meningkatkan peluang menemukan endapan emas tersembunyi. Para ahli geologi menyatakan bahwa analisis tanah dengan strain jamur tertentu memungkinkan identifikasi sumber daya logam di bawah permukaan. Potensi aplikasi ini bahkan sedang dikembangkan lebih jauh, yaitu untuk penambangan di luar angkasa. Laporan Daily Galaxy tahun 2025 menyebutkan beberapa peneliti dan perusahaan melihat peluang memanfaatkan mikroorganisme, termasuk jamur, untuk memproses bijih di lingkungan yang sulit dijangkau dengan alat biasa.

Ciro hanya fokus pada pemanfaatan jamur untuk eksplorasi dan produksi emas berkelanjutan di Bumi. Meski ada rencana untuk menerapkan teknologi ini di luar angkasa, seperti pada asteroid, belum ada detail lebih lanjut yang diungkapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *