Visit Agenda: Dua siswa SMA teliti buah gayam jadi herbal antidiabetes
Dua siswa SMA teliti buah gayam jadi herbal antidiabetes
Kota Semarang menjadi lokasi keberhasilan dua pelajar SMA, Adfa Fauzana Maheswara dan Ruha Khayyana Syakira, yang berhasil menjuarai ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2026. Keduanya meneliti buah gayam sebagai bahan baku obat herbal penurun gula darah dan menerima medali emas di bidang biologi. Menurut Adfa, yang akrab disapa Zano, riset mereka dilakukan selama enam bulan, termasuk uji laboratorium, dan membuktikan bahwa buah ini mengandung senyawa bioaktif yang secara signifikan menurunkan kadar gula darah.
“Kami meneliti sejak tahun lalu, selama enam bulan, termasuk uji laboratorium, buah gayam mengandung senyawa bioaktif yang efektif menurunkan kadar gula dalam darah yang signifikan,” ujar Adfa di Semarang, Jumat.
Penelitian yang dinamai Nano Formulasi Ekstrak Biji Gayam (Inocarpus Fagiferus) untuk Mitigasi Hiperglikemia mampu mengalahkan 40 finalis lainnya setelah melalui seleksi dari ribuan peserta. Ajang ISPO 2026 diadakan oleh Eduversal Indonesia dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Prestasi ini memberi kesempatan bagi keduanya untuk beradu cipta di Rochester Institute of Technology, New York, pada 9–12 Juni mendatang.
Formula antidiabetes yang mereka kembangkan telah dipatenkan di Kementerian Hukum Republik Indonesia pada 12 Januari 2026. “Bentuknya cairan, nanoformulasi,” tambah Adfa. Ekstrak biji gayam tersebut juga diuji pada tikus, dengan hasil yang menunjukkan efektivitas menurunkan gula darah selama 14 hari berturut-turut.
Dari data riset, jumlah pengidap diabetes di Indonesia pada 2024 mencapai 10 juta orang, dan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 16 juta pada 2045. Ruha, salah satu peneliti, berharap penemuan mereka bisa digunakan secara luas untuk membantu masyarakat. “Kami pengen banget bisa memaparkan hasil penelitian ini di Amerika Serikat di Genius Olympiad, selain membawa nama Indonesia, juga nama SMA dan Kota Semarang, new experiences juga buat kami,” katanya.
Keduanya sebelumnya telah meraih penghargaan internasional dan nasional, seperti juara pertama ICSIT tingkat ASEAN pada Desember 2025, runner up ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) di Februari 2026, serta peraih gelar di Indonesia International Applied Science Project (I2ASPO) tahun 2024 di Surabaya. Dengan bantuan guru SMAN 1 Semarang, Martin Wibowo, serta seorang profesor, mereka berhasil mengubah buah yang biasa diolah jadi keripik menjadi bahan obat herbal inovatif.