Meeting Results: Rusak Patung Yesus, Dua Tentara Israel Dijebloskan ke Penjara Militer

Rusak Patung Yesus, Dua Tentara Israel Dijebloskan ke Penjara Militer

Seorang tentara Israel terlibat dalam insiden kerusakan patung Yesus di Lebanon, yang berujung pada hukuman penjara militer 30 hari. Dua anggota pasukannya dikenai sanksi tugas dan hukuman setelah terbukti menghancurkan patung tersebut dengan palu besar. Seorang dari mereka bertindak langsung, sementara yang lain merekam aksi itu. Foto yang viral di media sosial pada Senin (20/4/2026) menunjukkan tentara memukul kepala patung Yesus yang disalibkan.

Pernyataan IDF

IDF segera melakukan penyelidikan setelah memverifikasi keaslian foto tersebut. Hasil investigasi menyebutkan bahwa “perilaku para tentara sepenuhnya menyimpang dari perintah dan nilai-nilai IDF.” Selain dua pelaku utama, ada enam tentara lain di lokasi yang tidak mengambil tindakan untuk menghentikan atau melaporkan kejadian. Mereka akan diperiksa lebih lanjut dalam diskusi klarifikasi, kata pihak militer, dilansir The Guardian, Rabu (22/4/2026).

Para tentara lainnya yang hanya menyaksikan telah dipanggil untuk diskusi klarifikasi yang akan dilakukan kemudian, setelah itu langkah-langkah lanjutan di tingkat komando akan ditentukan.

IDF juga menegaskan bahwa prosedur penghormatan terhadap simbol keagamaan sudah diberikan sebelum pasukan memasuki wilayah tersebut. Proses ini akan diperkuat lagi setelah insiden terjadi. Sebagai langkah perbaikan, militer Israel mengunggah gambar patung pengganti ke media sosial. Patung baru terlihat lebih kecil dan lebih dekoratif dibandingkan yang rusak, serta dipasang “dalam koordinasi penuh dengan komunitas lokal.”

Respons dari Komunitas Lokal

Patung yang dihancurkan berdiri di atas salib di luar rumah keluarga di pinggiran Debel, salah satu desa yang masih dihuni warga sipil di tengah perang Israel melawan Hizbullah. Warga setempat menyebutkan bahwa simbol tersebut menjadi pusat perhatian bagi komunitas Kristen di daerah tersebut.

Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, menyatakan “kemarahan mendalam” dan “kecaman tanpa syarat” terhadap tindakan tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan rasa “terkejut dan sedih” atas kejadian tersebut. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Gideon Saar meminta maaf “kepada setiap umat Kristen yang perasaannya terluka.” Aksi perusakan ini memicu reaksi keras, baik dari warga Lebanon maupun komunitas internasional, termasuk para tokoh Vatikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *