Meeting Results: Purbaya Ungkap Tak Ada Instruksi Bayar Iuran BoP dari Prabowo
Purbaya Ungkap Tak Ada Instruksi Bayar Iuran BoP dari Prabowo
Pembayaran Iuran BOP dan Komitmen Presiden Prabowo
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Presiden Prabowo Subianto tidak pernah memerintahkan dirinya untuk melakukan pembayaran iuran keanggotaan Board of Peace (BOP). Ia juga mengakui bahwa hingga kini tidak ada komitmen pembayaran BOP. Indonesia hanya fokus pada pengiriman pasukan, menurut Purbaya, Rabu (22/4/2026).
“Dari hari pertama dia (Presiden Prabowo) komitmen kirim pasukan, tapi enggak ada komitmen bayar. Apalagi uang saya dipakai untuk Israel,” ujar Purbaya.
Purbaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo juga menyatakan tidak ada janji pembayaran iuran BOP. “Saya tidak pernah menerima instruksi dari presiden untuk menyediakan uang untuk BOP, dan presiden bilang kita gak pernah janji (untuk membayar iuran BOP),” jelasnya.
Pertemuan di Washington DC dan Keberadaan Indonesia
Sebelumnya, Prabowo telah menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah berkomitmen membayar iuran sebesar US$1 miliar kepada BOP yang dibentuk Donald Trump. Ia menyebut dirinya tidak pernah membicarakan komitmen dana tersebut bersama Trump.
“Jadi kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar. Tidak, tidak pernah,” ujar Prabowo.
Prabowo menyebut adanya pertemuan yang dihadiri oleh negara-negara pendiri BOP di Washington DC, AS. Ia menambahkan bahwa Indonesia tidak hadir dalam pertemuan tersebut. “Dan ini, ini dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari yang lalu, nah ini founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, ada yang lebih mungkin ya. Tapi Indonesia nggak ada di sana. Karena saya juga komitmen, waktu ditanya, saya tidak komitmen uang sama sekali,” katanya.
Kesiapan Indonesia Berkontribusi dalam Pasukan Perdamaian
Dari sisi lain, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia siap menjadi bagian dari dewan perdamaian tersebut dengan berkontribusi dalam pengiriman pasukan perdamaian. Menurutnya, negara ini bersedia mengirim pasukan sesuai kebutuhan.
“Kita mengatakan, kita siap untuk pasukan perdamaian, berapa yang diminta,” katanya.