Key Discussion: Soal beli minyak Rusia, PM Malaysia: Mandat saya lindungi rakyat
Soal Beli Minyak Rusia, PM Malaysia: Mandat Saya Lindungi Rakyat
Kuala Lumpur – Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia, mengungkapkan sikapnya terkait kemungkinan pembelian minyak mentah dari Rusia selama masa ancaman sanksi internasional. Dalam sesi wawancara bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, seusai pertemuan mereka di Malaysia, Kamis, ia menekankan bahwa negaranya menjaga hubungan baik dengan Rusia. “Sebagai negara, kami terus membangun hubungan dengan berbagai pihak. Meskipun investasi perdagangan utama berasal dari Amerika Serikat, hubungan bilateral dengan Rusia tetap berjalan lancar,” ujarnya.
Di tengah isu pembelian minyak mentah Rusia, Anwar tidak menyebutkan detail tentang kepastian atau negosiasi yang sedang berlangsung. Ia menyatakan bahwa prioritas utamanya adalah menjalankan tugas untuk melindungi kepentingan rakyat. “Pada saat ini, saya percaya terdapat kebutuhan mendesak yang perlu ditangani. Mandat yang saya bawa adalah untuk menjaga kepentingan warga negara,” jelasnya.
“Karena prioritas saya, mandat yang saya miliki, adalah untuk melindungi kepentingan rakyat di negara ini,” kata Anwar Ibrahim.
Mengenai Selat Hormuz, Anwar menambahkan bahwa fakta serangan terhadap sebuah negara tidak bisa diabaikan. “Malaysia mendukung kebebasan navigasi, tetapi juga menginginkan jaminan untuk menyelesaikan permusuhan dan serangan, termasuk sanksi yang diberlakukan terhadap negara lain,” lanjutnya.