Main Agenda: Utusan Iran: Pembicaraan AS mendatang hanya akan diadakan di Pakistan
Utusan Iran: Pembicaraan AS Mendatang Hanya Akan Berlangsung di Pakistan
Duta Besar Iran, Reza Amiri Moghadam, menyatakan bahwa sesi perundingan berikutnya dengan Amerika Serikat hanya akan diadakan di Islamabad. Dalam pidatonya pada acara yang dihelat oleh Institut Studi Regional di kota tersebut, dia menegaskan keyakinan terhadap Pakistan sebagai “fasilitator yang kredibel dan netral,” menurut laporan lokal. “Kami lebih percaya pada Pakistan daripada Amerika Serikat,” ujarnya, menambahkan bahwa AS dianggap sebagai negara “yang tidak dapat diandalkan.”
“Pembicaraan di masa depan akan terjadi di Pakistan, dan bukan di tempat lain,” tegas Moghadam.
Sebelumnya, pihak AS juga menyebutkan kemungkinan diskusi akan diadakan di Islamabad. Pakistan menjadi tempat negosiasi tingkat tinggi antara AS dan Iran setelah menengahi gencatan senjata 14 hari antara Washington dan Teheran pada 8 April. Meski demikian, pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, mengatakan bahwa AS dan Iran tetap tertarik untuk melanjutkan dialog. Ia menyatakan bahwa isu seperti program nuklir Iran menjadi bagian dari pembicaraan yang sedang berlangsung, yang dinilai “serius dan konstruktif.”
“Negosiasi berjalan dengan baik, dan kami berharap tidak muncul spekulasi yang tidak relevan,” tambah Andrabi.
Saat ini, Kepala Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, sedang berada di Iran untuk melakukan diskusi langsung dengan para pemimpin negara itu. Negara ini menjadi tuan rumah perundingan setelah AS dan Israel meluncurkan serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu krisis diplomatik. Sebagai hasilnya, Pakistan menjadi mediator utama dalam upaya meredakan ketegangan antara kedua pihak.