Solution For: FAO: Gangguan di Hormuz picu risiko krisis pangan global

FAO: Gangguan di Hormuz Picu Risiko Krisis Pangan Global

Istanbul – Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengungkapkan bahwa hambatan pada lalu lintas laut di Selat Hormuz berpotensi memicu ancaman krisis pangan global. Hal ini terjadi karena ketergantungan pada pasokan pupuk, energi, serta dampak kenaikan harga bahan makanan.

Kepala Ekonom FAO: Waktu Menjadi Faktor Kritis

Menurut Maximo Torero, kepala ekonom FAO, keberlanjutan pasokan menjadi prioritas utama. Ia menekankan bahwa gangguan pada kapal pengangkut pupuk dan energi bisa mengurangi ketersediaan bahan pangan selama musim tanam, dengan risiko harga meningkat signifikan di tahun depan.

“Kondisi saat ini menunjukkan bahwa waktu sangat penting. Negara berkembang yang bergantung pada impor pupuk dan energi akan paling rentan terdampak, karena kebutuhan mereka terhadap pasokan tersebut memicu ketidakstabilan,” ujar Torero.

FAO Peringatkan Tekanan Harga Meningkat di April dan Mei

Saat ini, harga pangan global masih relatif stabil hingga Maret karena pasokan tetap memadai, terutama untuk gandum dan serealia. Namun, FAO memproyeksikan tekanan harga akan meningkat pada bulan-bulan April dan Mei akibat gangguan logistik yang terus berlanjut.

“Global tengah menghadapi tantangan pasokan bahan penting, dan situasi ini bisa berubah menjadi bencana jika tidak dikelola dengan tepat,” kata David Laborde, kepala divisi ekonomi FAO.

Kebutuhan Bahan Pangan Melewati Selat Hormuz

FAO mencatat bahwa sekitar 20 hingga 45 persen bahan pokok untuk pertanian di seluruh dunia melewati Selat Hormuz. Dengan demikian, gangguan kecil di jalur ini bisa memengaruhi harga pangan secara besar-besaran. Selain itu, kondisi cuaca ekstrem seperti El Nino dianggap sebagai faktor tambahan yang memperburuk risiko krisis.

Badan tersebut juga mengajukan saran agar negara tidak membatasi ekspor energi dan pupuk, serta memperhatikan penggunaan bahan bakar nabati. Dengan cara ini, pasokan pangan dapat dipertahankan. FAO menyarankan pemanfaatan bantuan keuangan internasional, termasuk dari Dana Moneter Internasional, untuk mendukung negara-negara yang membutuhkan bahan pertanian segera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *