Laporan: Pengguna aplikasi perpesanan Asia di Rusia naik 60 persen

Laporan: Pengguna aplikasi perpesanan Asia di Rusia naik 60 persen

Permintaan aplikasi Asia tumbuh di tengah perlambatan Telegram

Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Kommersant, penggunaan aplikasi perpesanan berasal dari Asia di Rusia mengalami kenaikan signifikan hingga 60 persen pada bulan Maret. Data ini disebutkan dalam laporan yang mengacu pada statistik operator telekomunikasi MTS, yang menunjukkan bahwa aplikasi seperti WeChat dari Tiongkok, KakaoTalk dari Korea Selatan, dan BiP dari Turki mencatatkan pertumbuhan terbesar di kalangan pengguna lokal.

Menurut laporan tersebut, WeChat menjadi aplikasi yang mengalami peningkatan aktivitas terbesar pada awal tahun ini. Aktivitas harian pengguna WeChat naik hampir 67 persen dari Januari ke Februari, menunjukkan tren yang signifikan. Perkembangan ini didukung oleh desain antarmuka yang sederhana, penggunaan data yang efisien, serta kemampuan berbagi konten yang terintegrasi, menurut Ivan Goryachev, manajer proyek Servicepipe.

“Pertumbuhan aplikasi perpesanan Asia terjadi karena antarmuka yang minimalis, konsumsi data rendah, dan fitur berbagi konten yang terpadu,” ujar Ivan Goryachev, manajer proyek pendidikan Servicepipe.

Analisis tambahan dari Alexey Kozlov, pakar ancaman siber di Spikatel, menyoroti keunggulan WeChat bagi pengguna Rusia. Aplikasi ini menarik karena menyatukan layanan pembayaran, jejaring sosial, serta aplikasi mini dalam satu platform. Namun, Kozlov mengingatkan bahwa beberapa fungsi tetap terbatas tanpa nomor ponsel Tiongkok atau verifikasi akun dari pengguna di sana.

“WeChat diminati karena menggabungkan pembayaran, fitur sosial, dan aplikasi kecil dalam satu aplikasi,” tambah Alexey Kozlov, analis utama Spikatel.

Kenaikan penggunaan aplikasi Asia ini terjadi meski Telegram mengalami perlambatan. Faktor ini menunjukkan pergeseran preferensi pengguna Rusia dalam komunikasi digital, terutama terkait dengan kenyamanan dan keberagaman fitur yang ditawarkan oleh platform Asia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *