New Policy: Paduan teknologi dan kreativitas kunci UMKM eksis hadapi krisis
Paduan teknologi dan kreativitas kunci UMKM eksis hadapi krisis
Dalam upaya menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks, peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dianggap vital. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menekankan bahwa sinergi antara inovasi teknologi dan daya kreatif menjadi faktor utama bagi kelangsungan usaha mereka. Berdasarkan data, sekitar 64 juta UMKM di Indonesia baru 40 persen yang terintegrasi ke dalam ekosistem digital. Meski demikian, penetrasi internet mencapai lebih dari 80 persen dari populasi, yaitu sekitar 231 juta orang, memberikan peluang besar untuk berkembang.
Strategi UMKM dalam Adaptasi Digital
Nezar Patria mengungkapkan bahwa UMKM telah terbukti sebagai sektor yang resilien dalam berbagai situasi, termasuk masa krisis. Adaptasi ke era digital, katanya, memerlukan kemampuan mengelola konten, membangun identitas merek, dan memanfaatkan platform teknologi untuk memperluas pasar. “UMKM merupakan sektor yang mampu bertahan selama hampir 30 tahun terakhir terhadap berbagai perubahan ekonomi,” jelasnya.
“Strategi yang dapat dilakukan adalah creative-tech fusion, yaitu menggabungkan kreativitas dengan platform teknologi,” kata Nezar dalam pernyataannya yang dikonfirmasi, Sabtu.
Tantangan Utama di Era Digital
Dalam konteks ini, tantangan utama tidak hanya terletak pada akses teknologi, tetapi juga pada kemampuan mengelola kehadiran digital. “Yang menjadi tantangan adalah bagaimana mengelola akun, menerapkan pemasaran digital, serta membangun audiens untuk memperluas jangkauan pasar,” tambahnya. Dengan peningkatan kemampuan ini, UMKM diharapkan bisa lebih cepat beradaptasi dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Program Pemerintah untuk Mendorong Digitalisasi
Pemerintah telah menyiapkan beberapa inisiatif untuk memudahkan UMKM menghadapi transformasi digital. Salah satunya adalah program UMKM Go Digital yang memberikan pelatihan terkait pemasaran digital hingga penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan daya saing. “Pelaku UMKM dapat mempelajari digital marketing serta adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk mengoptimalkan bisnis,” ujarnya. Harapan adalah dengan mengakses berbagai program tersebut, UMKM bisa mengubah tantangan menjadi peluang untuk berkembang.