Special Plan: Wajib Tahu, Segini Batas Konsumsi Gula Harian Biar Nggak Kena Diabetes
Jakarta – Upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi risiko penyakit metabolik
Kementerian Kesehatan RI mengumumkan sistem Nutri-Level sebagai langkah untuk menurunkan angka penyakit tidak menular. Sistem ini menggunakan pelabelan gizi berupa tingkatan A, B, C, dan D pada kemasan makanan serta minuman siap saji. Tujuan utamanya adalah membantu masyarakat memahami kadar nutrisi dalam produk yang dikonsumsi.
Sistem pelabelan gizi dan tantangan generasi muda
Diabetes tipe 2 kini menyebar ke kelompok usia produktif, termasuk Gen Z dan milenial. Penyebab utamanya adalah pola makan berlebihan, aktivitas fisik rendah, serta kebiasaan mengonsumsi makanan manis secara terus-menerus. Minuman populer seperti matcha latte, boba, dan kopi susu menjadi faktor risiko utama karena kandungan gula dan lemak yang tinggi.
“Anak muda kini rentan terhadap diabetes dan hipertensi. Kebiasaan konsumsi gula berlebihan membuat risiko tersebut meningkat tajam,” jelas dr Erpryta Nurdia Tetrasiwi SpPD saat ditemui detikcom.
Kebiasaan konsumsi gula di luar batas normal
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi MEpid, menyatakan bahwa konsumsi gula warga Indonesia melebihi ambang batas sehat. Menurut survei, separuh populasi mengonsumsi gula di atas nilai maksimal yang disarankan.
“Data menunjukkan 50 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi gula lebih dari batas wajar. Ini menjadi masalah serius dalam mencegah penyakit kronis,” ungkap dr Nadia dalam wawancara dengan detikcom.
Panduan konsumsi gula harian
Kementerian Kesehatan RI menetapkan batas harian konsumsi gula sebagai bagian dari rekomendasi G4-G1-L5. Panduan ini meliputi:
- Gula: Maksimal 4 sendok makan (50 gram)
- Garam: Maksimal 1 sendok teh (2.000 miligram natrium)
- Lemak: Maksimal 5 sendok makan (67 gram minyak)
dr Erpryta menekankan pentingnya membatasi asupan gula. “Masyarakat sebaiknya tidak melebihi 50 gram per hari. Jika bisa dibawah 25 gram, itu jauh lebih baik,” saran dokter tersebut. Contoh nyata adalah satu saset kopi instan yang mengandung sekitar 12 gram gula. Jika dikonsumsi empat kali sehari, total gula mencapai hampir 50 gram, yang sudah menyentuh batas maksimal dari satu jenis minuman saja.