Sebut Barcelona dirampok – Raphinha terancam sanksi UEFA
Sebut Barcelona dirampok, Raphinha terancam sanksi UEFA
Antaranews – Jakarta
Raphinha, pemain sayap Barcelona, berpotensi menerima hukuman dari UEFA setelah menyatakan timnya “dirampok” oleh keputusan wasit dalam laga perempat final Liga Champions 2025/2026. Blaugrana kalah agregat 2-3 dari Atletico Madrid, dengan kemenangan 2-1 di leg kedua di Stadion Wanda Metropolitano, Rabu (15/4) dini hari WIB. Meski berusaha menekan, mereka kesulitan memaksimalkan peluang yang ada.
Wasit Clement Turpin menjadi target kritik tajam Raphinha, yang absen di pertandingan tersebut. Pemain berusia 29 tahun itu menyebut keputusan wasit sebagai penyebab kekalahan timnya, termasuk situasi kontroversial yang memperumit permainan. Sebelumnya, Barcelona kalah 0-2 di leg pertama, sehingga agregat langsung menentukan kemenangan Atletico.
Kasus serupa pernah terjadi pada Neymar di Liga Champions 2019, saat ia mendapat sanksi karena mengkritik wasit secara keras. UEFA memiliki wewenang untuk memberi hukuman larangan bertanding hingga tiga pertandingan dalam kompetisi antarklub Eropa. Jika diterapkan, Raphinha mungkin harus menjalani sanksi pada musim Liga Champions 2026/2027.
“Saya minta maaf atas gestur yang tidak pantas, hal itu tidak sesuai dengan nilai dan karakter saya. Tindakan itu terjadi dalam momen ketegangan saat saya membalas penggemar (Atletico) yang mencemooh saya,” tulis Raphinha di media sosialnya.
Situasi semakin rumit ketika Eric Garcia menerima kartu merah di pertengahan babak kedua karena pelanggaran terhadap Alexander Sorloth. Raphinha membalas cemoohan suporter Atletico dengan isyarat yang mengindikasikan Los Colchoneros akan tersingkir di semifinal. Namun, ia segera meminta maaf setelah pertandingan.