Banjir di Jaksel dan Jaktim rendam 32 RT hingga Senin siang
Banjir di Jaksel dan Jaktim Rendam 32 RT hingga Senin Siang
Jakarta – Hingga tengah hari Senin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengumumkan bahwa genangan air masih menghiasi 32 rukun tetangga (RT) di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim). Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, fenomena ini terjadi karena curah hujan tinggi yang diikuti banjir di Kali Ciliwung dan Pesanggrahan.
Pemicu Banjir
Bencana banjir yang menggenangi 32 RT di Jaksel dan Jaktim, menurut Yohan, diakibatkan oleh hujan deras yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (19/4). Hal ini menyebabkan ketinggian muka air di Pos Pesanggrahan meningkat, sehingga status siaga 3 diterapkan pukul 20.00 WIB. Selain itu, siaga 3 juga berlaku di Bendung Katulampa pukul 21.00 WIB, Pos Pantau Depok pukul 22.00 WIB, dan Pos Angke Hulu pukul 23.00 WIB.
“Banjir terjadi akibat hujan deras dan luapan Kali Ciliwung serta Pesanggrahan,” ujar Yohan.
Upaya Penanganan
Kepala BPBD DKI mengatakan bahwa saat ini, upaya mengatasi banjir telah dilakukan. Personel dikerahkan untuk memantau genangan di tiap wilayah. Pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk menyedot air dan memastikan saluran air berfungsi optimal.
“Genangan diperkirakan surut secara cepat,” tegas Yohan.
Sebaran Banjir
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, distribusi banjir di 32 RT berikut: – **Jakarta Selatan**: 10 RT – Kelurahan Pondok Pinang: 4 RT – Kelurahan Pengadegan: 2 RT – Kelurahan Rawajati: 1 RT – Kelurahan Pejaten Timur: 3 RT – Ketinggian air: 40-120 cm – Pemicu: Luapan Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan – **Jakarta Timur**: 22 RT – Kelurahan Bidara Cina: 2 RT – Kelurahan Kampung Melayu: 8 RT – Kelurahan Cawang: 7 RT – Kelurahan Cililitan: 5 RT – Ketinggian: 30-175 cm – Pemicu: Luapan Kali Ciliwung
Imbauan untuk Masyarakat
BPBD DKI mengimbau warga tetap berhati-hati dan waspada terhadap risiko genangan. Dalam situasi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat dengan nomor 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam nonstop.