AS Bakal Gunakan Senjata Nuklir di Perang Iran? Ini Jawaban Trump
AS Bakal Gunakan Senjata Nuklir di Perang Iran? Ini Jawaban Trump
Dalam situasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin memuncak, Presiden Donald Trump berupaya mengurangi kecemasan internasional terkait kemungkinan konflik makin membesar. Ia menegaskan bahwa nuklir bukan pilihan yang akan diambil dalam perang melawan Iran. “Mengapa saya harus menggunakan senjata nuklir? Kami sudah menghancurkan mereka secara konvensional tanpa perlunya itu,” ujarnya kepada jurnalis di Gedung Putih, Rabu (22/4/2026).
“Tidak, saya tidak akan menggunakannya. Senjata nuklir seharusnya tidak pernah diizinkan untuk digunakan oleh siapa pun,” tambah Trump, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Komentar ini muncul saat dunia khawatir konflik bisa melibatkan senjata pemusnah massal. Trump menekankan bahwa kekuatan militer AS sudah cukup untuk secara signifikan melemahkan Iran. Saat ditanya berapa lama ia bersedia menunggu untuk mencapai kesepakatan damai jangka panjang dengan Teheran, ia menjawab dengan tegas, “Jangan mendesak saya.”
Trump juga menyebut kemungkinan Iran memperkuat persenjataannya selama dua minggu jeda gencatan senjata, meski menurutnya dampaknya tidak terlalu besar. “Angkatan laut dan udara mereka sudah hancur. Pertahanan anti-udara pun tidak ada lagi. Mungkin mereka sedikit menambah persenjataan selama masa jeda itu, tapi kami akan melumpuhkannya dalam sehari, jika mereka melakukannya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa situasi militer Iran saat ini sudah terpuruk, dan setiap upaya pemulihan kekuatan oleh Teheran bisa dengan cepat dihentikan oleh pasukan AS. Meski fokus utamanya adalah mencapai perjanjian damai berkelanjutan, bukan solusi sementara, Trump yakin bahwa kesepakatan terbaik bisa diperoleh, meski ia belum ingin mengambil langkah itu segera.