New Policy: Selat Hormuz Tutup Lagi, Iran: Trump Terlalu Banyak Bicara

Selat Hormuz Tutup Lagi, Iran: Trump Terlalu Banyak Bicara

Langkah Iran menutup kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi 20% perdagangan minyak global, disampaikan sebagai respons terhadap sikap Presiden AS Donald Trump yang terus mempertahankan pembatasan angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran. Tindakan ini mengisyaratkan ketegangan yang kembali memanas antara dua negara.

IRGC: Selat Hormuz Kembali Berstatus “Terbatas”

Menurut Komando Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC), Selat Hormuz telah kembali ke kondisi “terbatas” seperti sebelumnya. “Status Selat Hormuz tetap terjaga selama kapal yang bergerak dari dan ke Iran masih terancam,” tulis IRGC dalam unggahan di X, yang kemudian disebarkan oleh media Iran, seperti dikutip Aljazeera pada Sabtu (18/4/2026).

“Setiap pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat akan direspons secara tepat,” tambah pernyataan dari IRGC.

Khatibzadeh: Trump Bicara Tidak Koheren

Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, memberikan pernyataan saat berbicara dengan pers di Forum Diplomatik Antalya, Turki. Ia diwawancara terkait ucapan Trump yang menyatakan AS akan melakukan serangan udara ke Iran jika kesepakatan tidak tercapai dalam seminggu mendatang.

“Trump mengungkapkan pernyataan yang kontradiktif dalam satu kesempatan,” kata Khatibzadeh. “Saya tidak yakin apa makna yang sebenarnya dia maksud.”

Khatibzadeh menegaskan bahwa Iran yakin perang tidak akan menghasilkan manfaat signifikan. Namun, ia menegaskan bahwa negara tersebut siap bertahan jika terjadi serangan dari pihak AS.

“Kami akan terus berjuang hingga prajurit Iran terakhir,” tutur pejabat tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *