Topics Covered: PT Timah Gandeng Perminas Kembangkan Logam Tanah Jarang RI
PT Timah Gandeng Perminas Kembangkan Logam Tanah Jarang RI
Jakarta — Perusahaan publik PT Timah Tbk (TINS) mengumumkan kerja sama strategis dengan Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) untuk menggarap potensi logam tanah jarang (LTJ/REE) di Indonesia. Mineral ini dikumpulkan sebagai limbah produksi dari industri timah. Menurut Direktur Utama TINS, Restu Widiyantoro, kemitraan ini mencakup dua model utama dalam distribusi peran rantai pasok. PT Timah akan menjadi penyuplai bahan baku dari hasil sisa produksi timah, sementara Perminas bertugas mengolahnya menjadi produk akhir.
Kemitraan Berdampak pada Pendapatan Perusahaan
Kemitraan tersebut diharapkan memberi kontribusi signifikan terhadap devisa negara dalam dua tahun ke depan. Selain itu, pemerintah akan melaksanakan peletakan batu pertama fasilitas riset dan industri REE pada 20 Mei 2026, yang diperkirakan bisa mendorong monetisasi logam tanah jarang.
“PT Timah bertugas sebagai pemasok bahan baku REE atau SHP, dengan sisa produksi timah menjadi bahan utama untuk Perminas yang akan mengolahnya menjadi produk lanjutan,” jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, yang dilansir Kamis (16/4/2026).
Restu menilai tugas ini merupakan langkah besar bagi PT Timah untuk meningkatkan pendapatan di luar bisnis utamanya. Saat ini, perusahaan sedang mempersiapkan pasokan bahan baku dari hasil sisa produksi timah untuk diserahkan kepada Perminas. “Program ini memberi peluang besar untuk meningkatkan pendapatan dan keuntungan perusahaan dibandingkan sebelumnya,” tambahnya.
Kerja sama ini juga diharapkan mendorong pengembangan industri logam tanah jarang nasional, mengingat REE menjadi komoditas strategis dalam berbagai sektor industri modern.