Latest Program: Pakar: Indonesia tuai banyak keuntungan dari kerja sama militer dengan Korsel

Pakar: Kerja Sama Militer RI-Korsel Bawa Manfaat Strategis

Jakarta – Profesor keamanan nasional dari Binus University, Curie Maharani, menekankan bahwa kemitraan pertahanan antara Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) akan memberikan banyak manfaat bagi negara ini. Dalam acara pembukaan Lomba Menulis yang diselenggarakan oleh Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS), ia menyatakan bahwa kerja sama ini memiliki potensi besar untuk memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia.

Kemitraan Militer RI-Korsel: Fokus pada Teknologi dan SDM

Curie mengungkapkan bahwa Korsel, meskipun bukan negara produsen utama teknologi pertahanan, tetap menjadi mitra penting bagi Indonesia. Ia menyoroti tiga keuntungan utama dari kerja sama ini, termasuk akses ke teknologi alutsista berstandar internasional, peran Indonesia sebagai penyuplai logistik yang andal, serta kolaborasi dalam pengembangan AI untuk keperluan pertahanan.

“Meskipun kedua negara bukan pengembang utama teknologi pertahanan, Korsel bernilai strategis sebagai penyuplai, pemandu, serta mitra dalam penerapan norma industri,” ujarnya.

Dalam proyek pembuatan pesawat tempur KF-21 Boramae, Curie menegaskan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Korsel termasuk dalam inisiatif strategis yang dapat meningkatkan kapasitas industri pertahanan nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa harapan awal Indonesia terhadap proyek ini perlu diadapting dengan kondisi nyata.

“Pengembangan KF-21 tetap penting meskipun manfaatnya mungkin berbeda dari proyeksi awal. Harapan kita adalah penambahan mitra baru akan membantu mengurangi beban keuangan dan risiko yang dibebankan pada kedua pihak,” tambah Curie.

Lomba Menulis yang digelar ISDS ini berlangsung sejak 17 April hingga 7 Juni 2026, terbuka untuk seluruh masyarakat dengan usia di atas 17 tahun. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui https://bit.ly/Lomba-RI-Korsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *