Key Strategy: Pembangunan manusia harus jadi tujuan pemanfaatan AI di bisnis

Pembangunan manusia harus menjadi tujuan utama pemanfaatan AI di bisnis

Jakarta, Rabu – Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, menekankan bahwa pengembangan manusia menjadi prioritas utama dalam penerapan kecerdasan artifisial (AI) di bidang usaha. Ia menjelaskan bahwa manfaat sejati teknologi ini hanya tercapai jika seiringan dengan peningkatan kemampuan manusia. “Poin terpenting adalah membangun manusia, bukan hanya sistem. World Economic Forum menyatakan bahwa produktivitas AI yang nyata hanya muncul ketika kapasitas manusia tumbuh bersama teknologi,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima dan dikonfirmasi.

AI memengaruhi pengambilan keputusan bisnis

Nezar menyatakan bahwa penerapan AI tidak lagi sekadar otomatisasi, melainkan memengaruhi pengambilan keputusan strategis perusahaan. Banyak studi membuktikan bahwa organisasi yang mengadopsi AI mengalami peningkatan produktivitas yang signifikan, terutama dalam proses manajemen piutang dan transaksi. Contohnya, laporan Stanford AI Index 2025 menunjukkan adopsi AI di dunia bisnis global meningkat dari 55 persen menjadi 78 persen dalam satu tahun.

Studi menunjukkan peningkatan efisiensi hingga 82 persen

Dalam penjelasannya, Nezar mengungkapkan bahwa satu riset menyebutkan sekitar 500 perusahaan yang menggunakan AI dalam proses piutang mengalami kenaikan produktivitas hingga 82 persen. Selain itu, efisiensi operasional juga bisa mencapai 60 persen. “Manfaat AI tidak bisa dipungkiri. Teknologi ini penting untuk diterapkan di bisnis, tapi harus didukung oleh budaya organisasi dan kepemimpinan yang tepat,” tambahnya.

Tiga tantangan strategis dalam penerapan AI

Nezar mengidentifikasi tiga hambatan utama dalam pemanfaatan AI. Pertama, risiko jebakan proyek percontohan yang membuat banyak bisnis stagnan. Kedua, kebutuhan data berkualitas tinggi yang bersih, terintegrasi, dan aman untuk memastikan AI bekerja optimal. Ketiga, kesiapan sumber daya manusia melalui pendekatan human in the loop.

“Jika data tidak baik, AI pasti gagal. Mari perhatikan arsitektur data yang rapih sebagai dasar seluruh inisiatif AI,” kata Nezar.

“Hambatan utama bukan teknologi, melainkan kepemimpinan dan budaya organisasi. Banyak inisiatif AI berhenti di tahap uji coba tanpa dampak nyata,” lanjutnya.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital, sedang menyusun regulasi khusus untuk mendukung pemanfaatan AI secara etis dan inklusif. Peta Jalan Nasional AI telah selesai dibuat dan akan disahkan sebagai peraturan presiden bersama dokumen etika AI. “Presiden diharapkan menandatangani dua dokumen ini dalam waktu 1-2 bulan ke depan,” pungkas Nezar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *