New Policy: HKTI: Stok Beras Melimpah, Optimisme Swasembada Beras Kian Kuat
HKTI: Stok Beras Melimpah, Optimisme Swasembada Beras Kian Kuat
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyatakan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan ketersediaan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang sangat memadai, memberikan peneguhan pada harapan Indonesia menuju swasembada beras meski ada berbagai ketidakpuasan di masyarakat.
Ketua Harian HKTI, Bachtiar Utomo, menegaskan bahwa pemerintah tidak bergantung pada asumsi semata, melainkan berdasarkan fakta nyata yang dilihat di lapangan. Ia menjelaskan bahwa gudang-gudang Perum Bulog penuh terisi, dan distribusi beras terpantau lancar, memastikan ketersediaan pasokan tetap stabil.
Bachtiar Utomo menekankan bahwa stok beras nasional mencerminkan kesiapan negara dalam menjaga ketersediaan pangan dan harga, serta menggambarkan keberhasilan sektor pertanian yang konsisten.
Kunjungan inspeksi mendadak Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono ke beberapa gudang Bulog menjadi bukti nyata bahwa stok beras mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah. Dalam inspeksi tersebut, gudang Bulog di Magelang, yang memiliki kapasitas 7.000 ton, terlihat penuh sesak.
Sudaryono menyampaikan bahwa hingga April 2026, CBP mencapai sekitar 4,8 juta ton, jumlah tertinggi sepanjang masa. Angka ini terus meningkat menuju 5 juta ton, menjadi fondasi utama untuk menjaga ketersediaan beras di dalam negeri.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya juga mengonfirmasi bahwa stok beras nasional saat ini dalam kondisi sangat kuat, mampu memenuhi kebutuhan selama 11 bulan ke depan. Produksi beras yang melampaui konsumsi bulanan menciptakan kepastian pasokan untuk masyarakat.
“Kritik terhadap capaian swasembada beras tidak sejalan dengan realitas sektor pertanian,” kata Bachtiar. “Pernyataan tersebut justru bisa memicu kegaduhan di kalangan petani yang telah bekerja keras.”
HKTI menilai bahwa pertumbuhan produksi nasional dalam satu tahun terakhir menunjukkan tren yang signifikan. Lonjakan sebesar 13,29 persen, atau 4,07 juta ton, mencerminkan perbaikan infrastruktur irigasi, perluasan area tanam, dan kebijakan yang lebih menguntungkan para petani.
HKTI berharap semua pihak menjaga momentum positif ini, karena fakta sudah jelas: stok beras memadai, produksi meningkat, dan swasembada semakin dekat. Pihaknya juga akan terus mendukung upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan melalui sinergi antara produksi dan pengelolaan cadangan nasional.