Official Announcement: BMKG: Bibit Siklon 92S masih picu cuaca ekstrem di Sumatera dan Jawa

BMKG: Bibit Siklon 92S masih picu cuaca ekstrem di Sumatera dan Jawa

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan bahwa daerah barat Sumatera dan Jawa masih terdampak oleh efek tidak langsung dari bibit siklon tropis 92S yang berada di Samudra Hindia, sebelah selatan Sumatera. Miming Saepudin, Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini BMKG, mengatakan meskipun posisi siklon tersebut diperkirakan semakin menjauh dari wilayah Indonesia, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem.

Meskipun semakin menjauh, dampak fenomena ini tetap dapat memengaruhi kondisi cuaca ekstrem di daerah-daerah tertentu. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan,” jelasnya.

BMKG menyebutkan wilayah yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan mencakup Sumatera tengah dan selatan hingga Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa tengah dan selatan, serta Jakarta. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa hujan lebat diprediksi terjadi di sore hari.

BNPB Dorong Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

Dalam menghadapi prakiraan tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan perlunya penguatan langkah pencegahan bencana terkait curah hujan tinggi, seperti banjir dan longsor. Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengimbau warga di daerah rawan banjir untuk rutin mengamati ketinggian air dan memastikan saluran drainase tidak terhalang.

“Pemantauan tinggi muka air dan pengecekan saluran drainase secara berkala sangat penting untuk menghindari risiko banjir. Evakuasi mandiri juga disarankan jika debit air meningkat secara signifikan,” tambah Abdul.

Untuk wilayah yang berada di lereng bukit dan tepi sungai, masyarakat dianjurkan mewaspadai kemungkinan longsor susulan, mengingat intensitas hujan masih berfluktuasi beberapa hari ke depan. Pemerintah daerah juga diminta memastikan kesiapan logistik, jalur evakuasi, serta sistem peringatan dini di tingkat lokal.

Koordinasi BNPB dengan BPBD untuk Penanganan Darurat

Abdul Muhari menegaskan bahwa BNPB kini sedang berkoordinasi dengan BPBD setempat guna memastikan kehandalan personel dan peralatan dalam penanggulangan bencana jika terjadi. Ia berharap upaya mitigasi dapat dilakukan secara proaktif untuk mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *