Solution For: Badan Geologi: Gempa embusan dominasi aktivitas Gunung Marapi

Badan Geologi: Gempa Embusan Dominasi Aktivitas Gunung Marapi

Kota Padang – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa gempa embusan dan tremor non-harmonik menjadi paling dominan dalam aktivitas kegempaan Gunung Marapi, Sumatera Barat. Pelaksana tugas (Plt) Badan Geologi Lana Saria mengatakan, “Data kegempaan Gunung Marapi didominasi oleh gempa embusan dan tremor nonharmonik selama periode 1 hingga 15 April 2026.”

Evaluasi Aktivitas Gunung Marapi

Dalam dua minggu terakhir, Badan Geologi merekam sejumlah aktivitas gempa, termasuk lima kali gempa letusan, 61 kali gempa embusan, 103 kali tremor nonharmonik, serta delapan kali gempa low frequency. Selain itu, tercatat delapan kali gempa vulkanik dangkal, 17 kali gempa vulkanik dalam, 17 kali gempa tektonik lokal, satu kali gempa terasa dengan skala III MMI, dan 42 kali gempa tektonik jauh.

Aktivitas Visual dan Tanda-Tanda Stabil

Secara visual, Gunung Marapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang, mencapai ketinggian 50-600 meter dari puncak. Pemantauan menunjukkan bahwa erupsi dan embusan masih berlangsung dengan intensitas yang relatif konsisten, tanpa peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

“Aktivitas kegempaan Gunung Marapi relatif stabil, tidak terlihat peningkatan gempa yang mengindikasikan adanya tambahan suplai magma dari kedalaman,” jelas Lana Saria.

Dalam periode pengamatan, nilai Real Time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) mengalami fluktuasi di sekitar baseline, menunjukkan tidak adanya akumulasi energi signifikan di dalam Gunung Marapi. Nilai variasi kecepatan seismik (dv/v) didominasi oleh angka negatif, dengan fluktuasi pada kisaran rendah hingga menengah. Secara fisik, ini mencerminkan penurunan modulus elastik medium di bagian dangkal.

Nilai koherensi berada dalam kisaran menengah hingga tinggi dan tetap stabil. “Berdasarkan evaluasi data pemantauan dalam dua minggu terakhir, aktivitas Gunung Marapi secara umum masih menunjukkan pola fluktuatif,” tambah Lana Saria. Nilai negatif dv/v tidak menunjukkan penurunan terus menerus, melainkan berfluktuasi tanpa anomali yang memicu pendalaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *