Visit Agenda: Jakarta Concert Orchestra gelar konser di Belanda bawa lagu nasional
Jakarta Concert Orchestra Tampilkan Lagu Nasional di Amsterdam
Jakarta – Konduktor Avip Priatna dan grup orkestra Jakarta Concert Orchestra (JCO) serta Batavia Madrigal Singers (BMS) mengisi acara musik di Amsterdam, Belanda dengan karya orkestra yang menggabungkan lagu-lagu nasional dan daerah. Konser berjudul “Symphony of The Archipelago” diadakan di Grote Zaal, sebuah ruang konser ternama di Het Concertgebouw, Rabu (15/4). Acara ini bagian dari tur Eropa JCO dan BMS, bertujuan mempromosikan karya simfonik Indonesia kepada penonton internasional.
Penyelenggaraan Konser di Gedung Legendaris
Avip Priatna menjelaskan bahwa Het Concertgebouw dipilih karena kualitas akustiknya dan sejarah prestisius sebagai tempat pertunjukan legendaris. Banyak komposer dan konduktor ternama dunia pernah tampil di sana, menurutnya. Dalam konser tersebut, JCO dan BMS memainkan sembilan versi dari lagu “Sepasang Mata Bola” Ismail Marzuki, yang diperankan pianis James Lai dan orkestra. Karya Yazeed Djamin dalam format piano-concerto juga menyedot perhatian 1.200 penonton.
“Bangga sekali rasanya menyaksikan konser ‘Symphony of the Archipelago’ yang ditampilkan Avip dan kawan-kawan karena ini pertama kalinya orkestra Indonesia tampil di Concertgebouw. Semoga kegiatan seperti ini membantu publik Belanda mengenali karya Indonesia yang tidak kalah indah dari karya Eropa,” kata Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Amrih Jinangkung.
Karya Orisinal dan Penampilan Spesial
Selain lagu-lagu nusantara, JCO juga memperkenalkan karya simfonik orisinal, seperti “Rampak Melayu” oleh Arya Pugala Kitti dan “Overture Fatahillah” dari Fero Aldiansya Stefanus. Aransemen lagu daerah seperti “Tak Tong Tong”, “Sik Sik Sibatumanikam”, dan “Benggong” juga ditampilkan. Duo flute JCO, Meta Ariana dan Marini Widyastari, memainkan versi “Tokecang” yang diatur oleh Elwin Hendrijanto, dengan interaksi langsung dari audiens.
“Saya tidak menyangka konser ‘Symphony of the Archipelago’ bisa begitu menarik. Merasa bangga melihat penonton memberikan apresiasi yang hangat,” ujar Anggita Abdi, warga Indonesia yang tinggal di Amsterdam.
Avip Priatna serta JCO dan BMS akan melanjutkan tur ke Basel, Swiss, pada 17 April mendatang. Acara ini menjadi bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Swiss. Dengan berbagai penampilan, mereka berharap meningkatkan minat dunia terhadap musik Indonesia yang kaya akan makna dan keunikan.