Important Visit: IHSG Terkapar! Ditutup Turun 2% Hari Ini

IHSG Terpuruk! Tutup dengan Penurunan 2% Hari Ini

Jakarta, pada hari ini Kamis (23/4/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melorot dalam perdagangan. IHSG ditutup di level 7.378,61, dengan penurunan sebesar 163 poin atau -2,16%. Dalam sesi tersebut, tercatat 531 saham mengalami penurunan, sementara 201 saham naik dan 227 saham stagnan. Volume perdagangan juga tergolong rendah, mencapai Rp13,18 triliun dengan total 52,07 miliar saham yang diperdagangkan dalam 3,05 juta transaksi.

Kapitalisasi Pasar dan Dana Asing

Kapitalisasi pasar saham tercatat menurun menjadi 13.180 triliun. Penurunan IHSG terkait erat dengan aliran dana asing yang keluar. Dalam sesi perdagangan pertama, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp679,5 miliar, dengan saham perbankan menjadi target utama.

“Nyaris seluruh sektor terpicu penurunan,” kutip Refinitiv. Hanya industri yang sedikit menguat, sebesar 0,28%. Sektor utilitas menjadi yang terparah, turun 7,14%, diikuti oleh konsumer non-primer (-2,95%), energi (-2,75%), dan bahan baku (-2,66%).

Dua saham yang memberatkan IHSG adalah Barito Renewables Energy (BREN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA). BREN menyumbang penurunan sebanyak 17,34 poin, setelah mengalami koreksi 8,7%. Sementara DSSA turun 10,36%, menyeret IHSG melemah 14,99 poin. Saham-saham konglomerat Prajogo Pangestu juga terkena dampak serupa.

Pengaruh Pengumuman MSCI

Kebijakan MSCI yang akan mengeluarkan saham-saham High Shareholder Concentration (HSC) pada Mei mendatang menjadi faktor utama. BREN dan DSSA terdaftar di antara 9 saham yang masuk kategori HSC. Investor asing secara masif menjual saham kedua perusahaan tersebut pada hari sebelumnya.

Keputusan MSCI ini diharapkan memicu restrukturisasi portofolio asing. Proyeksi menunjukkan likuidasi dana pasif sekitar Rp25,5 triliun akibat penghapusan saham seperti BREN dan DSSA. Di sisi lain, rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, dengan koreksi 0,23% ke Rp17.210/US$. Level ini mencatatkan rekor intraday terlemah sepanjang masa.

Selain itu, rupiah sebelumnya ditutup melemah 0,18% ke Rp17.170/US$ pada Rabu (22/4/2026). Pelemahan mata uang Garuda ini terjadi setelah penyesuaian yang terjadi sebelumnya, menunjukkan tekanan pasar yang terus berlanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *