New Policy: Kemenperin pacu penggunaan kemasan nonplastik, solusi industri mamin
Kemenperin Dorong Penggunaan Kemasan Nonplastik, Solusi Strategis untuk Industri Mamin
Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menekankan pentingnya adopsi kemasan nonplastik sebagai upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi serta menguatkan daya saing industri makanan dan minuman (mamin). Dalam pernyataan di Jakarta, Jumat, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan bahwa kementerian yang dipimpinnya mulai mendorong penggunaan bahan kemasan berbasis kertas atau paperboard sebagai alternatif. Jenis kemasan ini dinilai sudah cukup kompetitif dan berkontribusi signifikan, yakni sekitar 28 persen dari total penggunaan kemasan di sektor mamin.
Kemenperin juga menekankan langkah strategis untuk memanfaatkan kemasan aseptik berbasis kertas sebagai pengganti kemasan konvensional. Menperin menjelaskan, “Kemasan kertas saat ini telah banyak digunakan untuk produk seperti susu dan minuman. Kami berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan bahan baku alternatif melalui skema business matching antara produsen dan pengguna,” tegasnya.
Pelaksanaan Workshop dan Kunjungan di PT Lami Packaging Indonesia
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menambahkan bahwa penggunaan kemasan aseptik berbasis kertas sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong industri yang lebih ramah lingkungan. Bentuk komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan workshop dan kunjungan yang diadakan di PT Lami Packaging Indonesia beberapa waktu lalu, bersama para pelaku usaha mamin yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI).
Ketua Umum GAPMMI, Adhi S. Lukman, menegaskan bahwa workshop ini menjadi langkah penting untuk menggali solusi alternatif yang dapat mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman. Ia menuturkan, kegiatan tersebut bertujuan memastikan sektor mamin tetap berkembang secara berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan pada plastik.