Solving Problems: Bos Bulog Larang Pedagang Minyakita-Beras SPHP Beri Kembalian Permen
Bos Bulog Larang Pedagang Minyakita-Beras SPHP Beri Kembalian Permen
Langkah Ini Diambil Usai Tinjauan di Pasar Grogol
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberikan instruksi kepada para pedagang yang menjual produk-produknya, seperti Minyakita dan Beras SPHP, untuk tidak memberikan uang kembalian dalam bentuk barang. Larangan tersebut muncul setelah ia mengamati adanya praktik ini selama inspeksi di Pasar Grogol, Jakarta Barat, pada Selasa (14/3).
Dalam kunjungannya, Rizal menemukan beberapa pedagang masih menggunakan permen atau bumbu sachet sebagai pengganti uang receh. Hal ini terjadi karena harga Minyakita tidak bulat, sehingga memerlukan pecahan kecil saat transaksi. Misalnya, harga Minyakita satu liter ditetapkan sebesar Rp15.700, sedangkan kemasan dua liter mencapai Rp31.400.
“Harga Minyakita itu Rp15.700, jadi jika pembeli membayar Rp16.000, harus ada uang kembalian Rp300. Sementara untuk dua liter, pembayaran Rp31.400 membutuhkan kembalian Rp100,” jelas Rizal kepada wartawan setelah selesai inspeksi.
Rizal menegaskan bahwa uang kembalian wajib diberikan dalam bentuk uang, bukan barang lain. Ia khawatir praktik ini bisa menimbulkan masalah di masa depan. “Penggunaan barang sebagai pengganti uang bisa memicu kebingungan, karena tidak jelas nilai tukar barang tersebut,” ujarnya.
Di samping itu, Rizal menyebutkan bahwa pengelola pasar PD Pasar Jaya juga mendorong penggunaan metode pembayaran non-tunai melalui QRIS. Ia mendorong pedagang untuk memanfaatkan sistem ini agar lebih efisien dan menghindari kebingungan transaksi. “Harus seluruh pedagang menggunakan QRIS, agar tidak ada trik yang membingungkan,” tambahnya.
[Gambas:Youtube]