Key Strategy: Kemenpar lakukan penyesuaian strategi pemasaran hadapi krisis global

Kemenpar lakukan penyesuaian strategi pemasaran hadapi krisis global

Dari Jakarta, Kementerian Pariwisata mengungkapkan telah menerapkan berbagai strategi pemasaran yang fleksibel untuk menghadapi perubahan global yang memengaruhi sektor pariwisata. Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menegaskan bahwa pergeseran fokus ini merupakan respons terhadap dinamika geopolitik yang mengganggu industri pariwisata nasional.

“Langkah yang diambil sebagai refocusing ini adalah strategi pivot, di mana fokus pasar berpindah dari Eropa dan Amerika ke Asia,” ujar Made dalam pernyataan resmi yang dikonfirmasi pada Jumat.

Kementerian Pariwisata kini menargetkan pasar utama di kawasan Asia, termasuk negara-negara ASEAN, khususnya Malaysia dan Singapura, serta Jepang. Selain itu, wilayah yang menjadi prioritas juga mencakup Tiongkok, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Made menjelaskan bahwa keputusan ini berdasarkan pertimbangan bahwa pasar-pasar tersebut lebih dekat, tidak melalui transit kawasan Timur Tengah, serta relatif stabil terhadap kenaikan harga tiket pesawat yang tajam.

“Ketujuh pasar ini memiliki kelebihan geografis, akses penerbangan langsung, serta tidak terpengaruh oleh rute transit yang melewati wilayah konflik,” lanjut Made.

Strategi ini juga menimbulkan tantangan, seperti meningkatnya persaingan dengan negara-negara dalam kawasan yang sama. Untuk mengatasi hal tersebut, Kemenpar terus mendorong inovasi dan memperkuat kerja sama lintas sektor dalam memperkenalkan destinasi wisata Indonesia. Salah satu inisiatif yang ditempuh adalah program co-branding partners, yang melibatkan kolaborasi pemasaran dan pencitraan dengan berbagai merek, baik lokal maupun internasional, untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata Indonesia sekaligus meningkatkan nilai tambah produk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *